SIWALIMA.id > Berita
Pimpin DLHP, Gaspersz Bawa Ambon Menuju Kota Modern
Daerah | Selasa, 21 April 2026 pukul 14:26 WIT

AMBON, Siwalima.id - Keberhasilan Dinas Ling­kungan Hidup dan Per­sam­pahan (DLHP) Kota Am­bon tahun  2025 di ba­wah kepemimpinan Apries Gaspersz bukan sekadar pembersihan, melainkan lompatan menuju Ambon kota modern. 

Kota dengan julukan Manise  kini berevolusi dari keindahan visual menjadi pusat urban berkelanjutan, sehat, efisien, dan ramah lingkungan serta siap bersaing dengan kota-kota modern di Asia Tenggara.

Inovasi teknologi dan ak­sesibilitas Urban Flotilla Mi­ni Dump Truck, merupakan solusi smart mobility. Kepada Siwalima Senin (20/4), Apries menjelaskan, hadapi topografi berbukit seperti Ambon, 10 armada mini dump truck jadi jawaban cerdas untuk jangkauan 24/7 (layanan yang aktif terus menerus yakni 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu).

Integrasi jadwal pemilahan sampah  merupakan langkah pen­ting untuk mempermudah penge­lolaan sampah, mengurangi pe­numpukan di TPA serta mengu­rangi pencemaran. Dikatakan, integrasi jadwal pemilahan sam­pah terbagi secara merata, (basah: Senin-Rabu-Jumat kemudian kering, Selasa-Kamis-Sabtu). Hal ini secara otomatis mendukung Ma­terial Recovery Facility dan Re­fuse Derived Fuel atau MRF/RDF.

“Kita mencoba menciptakan layanan door-to-door seperti kota pintar Singapura, dimana  dekatkan fasilitas bagi warga perbukitan tanpa TPS, dan kurangi kemacetan lalu lintas sampah.Begitupun di TPA Toisapu kita jadikan teknologi low carbon ala kota global,” ujarnya.

Menyoal tentang program Ke­menterian PPN/Bappenas secara aktif mendorong pembangunan dan pengembangan MRF atau fasilitas pemilahan sampah pintar untuk mengoptimalkan penge­lo­laan sampah bernilai ekomis tinggi, menurut Apries, sangatlah penting karena program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat tran­sisi ke ekonomi sirkular dan men­capai target pengurangan sampah.

“Hibah Bappenas bangun MRF untuk sorting pintar sampah bernilai ekonomis, dipadu RDF dari APBD. Hanya residu landfill, perpanjang umur TPA hingga dekade mendatang,” imbuhnya. 

Olehnya, komitmen Walikota Ambon, Bodewin Wattimena Ambon  diselaraskan dengan standar kota modern seperti Tokyo atau Seoul menuju nol waste atau (zero waste), emisi rendah, dan ekonomi sirkular.

Untuk mencapainya paradigma kolaboratif, masyarakat sebagai aktor utama. Perubahan mindset jadi kunci. Dimana  sampah bukan beban birokrasi, tapi tanggung jawab bersama. 

“Seperti Kolaborasi AMGPM, remaja masjid, OKP, LSM, dan ko­munitas tunjukkan model gotong royong digital-era. DLHP tingkatkan kapasitas, hasilkan kota inklusif di mana warga aktif via app pelaporan sampah atau event komunitas, mirip inisiatif smart city di Bandung atau Surabaya. Dengan birokrasi agile ini, Ambon tak lagi kota tradisional, tapi metropolis hijau yang inovatif, efisien, dan berorientasi masa depan,” tandas Apries.(S-07)

BERITA TERKAIT