SIWALIMA.id > Berita
Angkot Liang Dilempar, Sopir Ngamuk & Palang Jalan
Daerah , Headline | Selasa, 21 April 2026 pukul 14:36 WIT

AMBON, Siwalima.id - Akses jalan utama menuju Desa Liang terutama ke Dermaga Ferry Hunimua lumpuh total, akibat para sopir angkutan kota dalam provinsi jurusan Liang melakukan aksi pema­langan jalan, Senin (20/4).

Aksi pemalangan jalan yang dilakukan di perbatasan Negeri Waai dan Liang ini, di­duga dipicu akibat mo­bil angkutan kota da­lam provinsi jurusan Liang dilempari oleh orang tak dikenal di kawasan coldstorge Hurnala, Negeri Tulehu. 

Aksi pemalangan jalan ini tersiar langsung lewat pltform media sosial tik tok dan video yang beredar, menunjukan peristiwa ini menyebabkan kemacetan panjang yang menjebak ratusan kendaraan dari arah Kota Ambon maupun Pulau Seram sejak pagi hari.

Antrean panjang kendaraan dila­porkan sejak pagi hari. Truk logis­tik, mobil pribadi, hingga sepeda motor tidak dapat bergerak, sehi­ngga aktivitas distribusi barang terganggu, termasuk pengiriman kebutuhan pokok ke tiga Kabu­paten yang ada di wilayah Pulau Seram.

Salah satu sopir mobil box pe­ngangkut sembako, Revi mengaku, telah terjebak sejak pukul 09.15 WIT dan belum ada tanda-tanda jalan akan kembali dibuka.

“Kemacetan masih panjang sam­pai sekarang. Saya sudah ter­jebak dari pagi, belum ada keje­lasan kapan dibuka. Kami harap po­lisi segera ambil tindakan su­pa­ya jalan kembali normal,” ujarnya.

Kondisi tersebut tidak hanya ber­dampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memicu kelelahan dan frustrasi para pengguna jalan. Sejumlah pengendara terpaksa bertahan dibawah terik matahari dengan keterbatasan akses ma­kanan dan air.

Ditengah situasi itu, sebuah momen emosional turut menjadi sorotan. Melalui siaran langsung di aplikasi TikTok, Yeni Rosbayani Asri, istri Bupati Seram Bagian Ba­rat, terlihat menangis saat me­nyaksikan langsung kondisi kema­cetan.

Dalam video tersebut, ia me­nyampaikan keprihatinannya terhadap warga yang terdampak dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

“Saya berharap pemalangan jalan yang menyusahkan orang banyak seperti ini tidak boleh terjadi. Ini merugikan masyarakat dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Aksi pemalangan ini kembali menyoroti persoalan gangguan terhadap akses transportasi vital di Maluku. Jalur menuju Dermaga Hunimua diketahui merupakan penghubung utama antara Pulau Ambon dan Pulau Seram.

Salah satu warga Liang, Ismail Relahat yang ditemui di Ambon siang ini mengaku, masih terjadi pemalangan yang dilakukan sejumlah mobil jalur Liang.

Kini, pemalangan terjadi diper­ba­tasan antara Liang dan Waai. Pemalangan ini terjadi akibat pelemparan mobil Liang oleh orang tak dikenal di Daerah Momoke. 

“Tadi saya lewat sekitar jam 11. Masih ada pemalangan, tapi masih bisa di lalui dengan sepada motor, tapi kalau dengan mobil mungkin agak susah. Itu semen­tara kondisi di jam 11.00 WIT tadi,” ujarnya.

Jalan Dibuka

Aksi pemalangan jalan di Dusun Walare, perbatasan Desa Waai dan Desa Liang, akhirnya dibuka setelah aparat keamanan mela­kukan pendekatan persuasif kepada para sopir angkutan Liang.

Pembukaan akses jalan tersebut, menjadi titik balik, setelah sebelumnya jalur utama menuju Desa Liang sempat lumpuh akibat diblokade sekelompok warga. Dampaknya, arus lalu lintas ter­ganggu dan aktivitas di Pelabuhan Hunimua ikut terhambat, termasuk proses bongkar muat.

Aparat gabungan dari Polsek Salahutu bersama TNI bergerak cepat merespons situasi dengan mengedepankan dialog bersama warga. Upaya itu membuahkan hasil, dimana warga bersedia mem­buka palang dan memu­lihkan akses transportasi.

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay membenarkan, bahwa kondisi di lokasi telah kembali kondusif.

“Palang sudah dibuka dan arus lalu lintas kembali normal, ter­masuk aktivitas di Pelabuhan Hu­nimua,” ucap Ipda Jane saat di­konfirmasi Siwalima, Senin (20/4). 

Ipda Jane minta warga menahan diri dan mempercayakan pena­nganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat memperkeruh suasana.

Dibukanya kembali akses jalan menuju Desa Liang terutama Dermaga Hunimua, membuat mo­bilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut ber­angsur pulih

Mediasi Berhasil 

Terpisah Kapolsek Salahutu AKP Aris mengaku, akses jalan kembali dibuka merupakan respons cepat aparat di lapangan dengan menge­depankan pendekatan persuasif yang menjadi kunci utama dalam membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang berselisih.

“Personel Polsek Salahutu bersama unsur TNI langsung turun ke lokasi untuk melakukan pe­ngamanan sekaligus membangun komunikasi dengan massa,” jelas Kapolsek dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Senin (20/4).

Pendekatan humanis tersebut kata kapolsek, kemudian berlanjut dalam forum mediasi yang difa­silitasi di Mapolsek Salahutu. Alhasil kedua pihak sepakat tidak memperpanjang masalah dan menyerahkan kejadian pelem­paran angkot Liang, laka lantas, hingga dugaan pencemaran nama baik di medsos yang diduga menjadi pemicu masalah, untuk ditangani pihak kepolisian. 

Langkah mediasi dengan meli­batkan Raja Negeri Tulehu, Raja Negeri Liang, unsur kecamatan, serta keluarga dari pihak yang terlibat, menjadi prioritas itama untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas lagi.

“Kami bersama TNI dan duku­ngan para raja mengedepankan dialog agar persoalan ini tidak berkembang. Yang utama adalah menjaga stabilitas keamanan dan memastikan akses jalan kembali terbuka,” tulis kapolsek.

Mediasi tersebut lanjut kapol­sek, menghasilkan sejumlah ke­sepakatan penting, diantaranya penyelesaian masalah melalui jalur hukum, penggantian kerugian akibat kerusakan kendaraan, serta komitmen bersama untuk tidak mengulangi aksi pemalangan maupun tindakan kekerasan.

Untuk diketahui, aksi pema­langan dipicu insiden pelemparan terhadap salah satu angkot milik warga Negeri Liang yang terjadi lebih awal sekitar pukul 06.00 WIT di kawasan Coldstorge Hurnala, Negeri Tulehu. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan pada bagian kaca dan bodi akibat lemparan oleh orang tak dikenal.

Berkat kesepakatan dalam mediasi, akses jalan yang sempat lumpuh akhirnya dibuka kembali pada pukul 12.00 WIT dan arus lalu lintas berangsur normal. Situasi di lokasi pun dilaporkan aman dan kondusif.

Selain itu, aparat juga menindaklanjuti dugaan pencemaran nama baik di media sosial yang turut menjadi pemicu ketegangan. Kasus tersebut kini diarahkan untuk diproses secara hukum di Polresta Ambon.

TNI-Polri mengimbau masya­rakat untuk tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan penyelesaian melalui jalur hukum demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku. (S-10)

BERITA TERKAIT