SIWALIMA.id > Berita
Ribuan Mahasiswa Unpatti Sulit Bayar Uang Kuliah
Pendidikan | Kamis, 4 Desember 2025 pukul 14:51 WIT

AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 7000 mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pattimura sulit untuk membayar uang kuliah tunggal.

Hal ini menjadi sorotan Anggota VI BPK RI , Fathan Subchi saat sharing session bersama dengan Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy.

Fathan dalam kesempatan itu menegaskan perlunya perhatian lebih besar terhadap perguruan tinggi, khususnya di wilayah timur Indonesia.

“Peningkatan dukungan pemerin­tah pusat merupakan langkah pen­ting untuk mengatasi disparitas pembangunan yang masih terlihat nyata,” jelasnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Rabu (3/12).

Ia menyebut peran negara dalam memperkuat pendanaan pendidikan tinggi menjadi krusial, terutama bagi universitas yang beroperasi di daerah dengan tantangan geografis dan ekonomi seperti Maluku.

Saat ini katanya ada lebih dari 7.000 mahasiswa Unpatti saat ini mengalami kesulitan dalam memba­yar UKT.

Sebuah kondisi yang dinilai membutuhkan intervensi kebijakan agar akses pendidikan tetap terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti ren­dahnya alokasi pendanaan pusat, khususnya terkait bantuan opera­sio­nal perguruan tinggi negeri (BOPTN) dan subsidi selisih antara biaya kuliah tunggal dan UKT.

“Apabila gap pendanaan tersebut dapat dijembatani, maka kualitas layanan pendidikan dan pengem­bangan institusi akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Tak hanya soal pendanaan, ia juga mendorong Unpatti untuk terus menguatkan posisinya sebagai pu­sat riset dan rujukan pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah dan berbagai institusi, masih sangat membutuh­kan kontribusi akademisi Unpatti dalam penyusunan kebijakan, pemo­delan ekonomi, serta pendampingan teknis sektor strategis di Maluku dan kawasan timur Indonesia,” pintanya.

Rekor Tertinggi

Sementara itu, minat calon maha­siswa untuk menempuh kuliah di Universitas Pattimura tahun ajaran 2025/2025 mencatatkan rekor tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun 2025 tercatat lebih dari 19 ribu pendaftar, meningkat diban­ding­kan tahun-tahun sebelumnya,” kata Rektor Unpatti Fredy Lei­wakabessy dalam rilis yang diterima Siwalima, Rabu (3/12).

Ia menyebut dari jumlah itu  sekitar 6 ribu calon mahasiswa dite­rima melalui jalur seleksi prestasi SNBT dan seleksi mandiri.

Menurutnya saat ini total maha­siswa Unpatti terdaftar sebanyak 35.278 dan 27.999 aktif mengikuti perkuliahan.

“Sebagian mahasiswa tercatat belum aktif karena menghadapi ken­dala ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Dari aspek akademik, lanjutnya, pada 2025 sebanyak 4.915 mahasis­wa dinyatakan lulus dengan IPK rata-rata 3,28 dan sekitar 10 persen diantaranya meraih predikat cum­laude.

Unpatti kini mengelola 111 program sarjana, tiga program profesi, 20 program magister dan 8 program doktoral, serta tengah menyiapkan sejumlah program vokasi baru berbasis kemaritiman.

Di bidang keuangan kata rektor hingga Oktober 2025, Unpatti membukukan realisasi pendapatan sebesar Rp199 miliar, sebagian besar berasal dari uang kuliah tunggal.

Selain itu, unit usaha kampus turut menyumbang pendapatan sebesar Rp5,6 miliar. Meski sebagian fakultas telah mencapai tingkat serapan anggaran mendekati 80 persen, beberapa unit masih memerlukan perhatian khusus karena berada di bawah target.

Dari sisi SDM, Unpatti memiliki sekitar 1.300 dosen, dengan capaian peningkatan skor maturitas kelem­bagaan dari 1,19 (2022) menjadi 2,77 (2025). “Masih terdapat 88 dosen yang belum memenuhi penilaian kinerja,” uraiya.

Ia juga menyoroti sejumlah program strategis yang tengah digarap, antara lain pembangunan sport center, rumah sakit pendidikan dan dental care, serta revitalisasi infra­struktur kampus. Upaya mening­katkan akreditasi unggul dan internasional terus digenjot melalui dukungan pendanaan tahunan yang telah disiapkan. (S-25)

BERITA TERKAIT