SIWALIMA.id > Berita
Tiga Pelaku Aniaya di Malra Dibekuk
Hukum | Kamis, 23 April 2026 pukul 15:42 WIT

AMBON, Siwalima.id - Aparat Kepolisian Sektor Kei Be­sar berhasil mengungkap kasus du­gaan penganiayaan yang menye­bab­kan seorang warga meninggal dunia di Kabupaten Maluku Teng­gara. 

Kabid Humas Polda Maluku, Kom­bes Rositah Umasugi mengata­kan, tiga orang terduga pelaku telah diamankan dalam waktu kurang dari satu hari setelah kejadian.

“Korban diketahui bernama Dei­zen Berty Lutur (29), yang ditemu­kan warga dalam kondisi meninggal dunia dengan luka tusukan di bagian leher kiri,”ujar Rositah, dalam rilisnya, yang diterima Siwalima, Rabu (22/4).

Ia menuturkan, peristiwa tersebut terjadi Selasa (21/4) sekitar pukul 09.30 WIT, di ruas Jalan Bukit Indah (Ave Maria), Ohoi Bombay, Keca­matan Kei Besar.

Dalam penanganan cepat, Polsek Kei Besar berhasil mengamankan ketiga terduga pelaku di tiga lokasi berbeda, yakni IR, TO, dan BB. 

Penangkapan dilakukan secara bertahap sejak pukul 12.30 hingga 15.00 WIT di sejumlah ohoi (desa red-), sebelum dibawa ke Polres Maluku Tenggara untuk proses hukum lebih lanjut.

Di hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIT, juga terjadi insiden lanjutan berupa pembakaran dan pengrusakan enam unit rumah warga di Ohoi Fako. Sejumlah kendaraan dan peralatan rumah tangga turut menjadi sasaran. Peristiwa ini diduga dipicu emosi massa pascakejadian utama.

“Korban sebelumnya berboncengan dengan saksi Imanuel Lutur menggunakan sepeda motor menuju Polsek Elat. Dalam perjalanan, keduanya berpapasan dengan tiga orang terduga pelaku, yakni Ipus Rahakbauw, Thomas Ohoiwirin, dan Beni Babaubun. Ketiganya kemudian diduga berbalik arah dan mengikuti korban dengan maksud melakukan pemalakan,” beber Rositah.

Situasi memanas ketika salah satu pelaku mencoba menyerang salah satu saksi menggunakan gunting, namun berhasil dihindari. Korban kemudian turun dari kendaraan, sementara saksi melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

Dari jarak sekitar 15 meter, saksi melihat korban dikeroyok oleh para pelaku sebelum korban melarikan diri ke arah hutan.

Sekitar pukul 10.00 WIT, korban ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa.

“Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain sepasang sandal, kacamata, dan sebilah gunting yang diduga digunakan dalam aksi tersebut,”katanya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Pratama Elat untuk keperluan visum. 

Pasca kejadian, situasi keamanan di wilayah tersebut telah terkendali.

“Kami memastikan aparat kepolisian telah bertindak cepat dan terukur. Para terduga pelaku sudah diamankan dan kondisi di Maluku Tenggara saat ini aman serta kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Polisi masih terus mendalami motif kejadian serta kemungkinan keter­-libatan pihak lain, sekaligus meng­-antisipasi potensi konflik lanjutan di tengah masyarakat.(S-25) 

BERITA TERKAIT