SIWALIMA.id > Berita
Tuntutan IKB SBT ke Polda Maluku
Visi | Rabu, 26 November 2025 pukul 13:39 WIT

DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur melakukan demonstrasi di Polda Maluku, Senin  (24/11) menuntut Kepolisian segera menangkap pelaku pembacokan terhadap Gozi Rumain, mahasiswa UIN AM Sangadji Ambon asal Seram Bagian Timur yang kini tengah dirawat di RS.

Diketahui, insiden pembacokan terjadi pada, Rabu 19 November 2025 di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Gozi Rumain mengalami luka serius akibat serangan tersebut. 

IKB SBT mengajukan delapan tuntutan yaitu pertama, mendesak Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto serius menangani kasus pembacokan terhadap Gozi Rumain dan segera menangkap pelaku

Kedua, meminta Kapolda mengambil langkah cepat, tepat, dan objektif dalam penanganan kasus kekerasan di Maluku, khususnya di Kota Ambon yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan

Ketiga, menyampaikan pokok-pokok pikiran sebagai bahan alternatif yang dapat menjadi instrumen kerja kepolisian dalam menciptakan keamanan di Ambon.

Keempat, meminta pembentukan Polsek Khusus permanen di wilayah Kebun Cengkeh dan sekitar IAIN yang dianggap rawan konflik.

Kelima, meminta Kapolda melarang kegiatan pesta joget di kawasan Kebun Cengkeh hingga IAIN karena dinilai berpotensi memicu konflik.

Keenam, mendesak pemasangan CCTV di wilayah IAIN Ambon untuk mengantisipasi tindak kriminal dan konflik.

Ketujuh, meminta Polda Maluku berkoordinasi dengan PLN UP3 Ambon untuk menambah penerangan jalan di kawasan rawan konflik.

Delapan, meminta Kapolda Maluku dan Kapolri mencopot Direktur Intelkam Polda Maluku, Kombes I Gede Arsana, yang dinilai lalai dan tebang pilih dalam penanganan kasus kekerasan selama lima tahun bertugas di Maluku.

Kasus pembacokan ini harus diselesaikan secepatnya oleh Polda Maluku dengan menangkap pelaku dan memprosesnya secara hukum, sehingga kasus ini tidak merembek lebih jauh.

Banyak kasus-kasus penganiayaan yang terjadi di Maluku merembek hingga terjadi perkelahian antar kampung, antar pemuda itu disebabkan polisi lamban mengungkap pelaku.

Oleh karena itu publik berharap, polisi akan bertindak secepatnya mengungkap pelaku pembacokan. Publik tetap percaya Polda Maluku akan dapat menyelesaikan kasus ini dengan baik. 

Masyarakat diharapkan untuk tidak main hakim sendiri, percayakan penanganannya kepada pihak kepolisian dan penanganannya dilakukan secara transparan, sehingga bisa diketahui publik.(*)   

BERITA TERKAIT