SIWALIMA.id > Berita
Walikota: Tiga Kandidat Sekot Miliki Peluang yang Sama
Headline , Pemerintahan | Jumat, 19 Juni 2026 pukul 14:46 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bo­dewin Wattimena menegaskan, kepu­tu­san terkait pengi­sian jabatan Sekre­taris Kota Ambon ti­dak akan dipuluh secara tergesa-gesa bahkan berdasarkan ke­pen­tingan pihak tertentu.

Bahkan walikota meng­aku, ketiga calon yang te­lah mengikuti proses se­leksi ini memiliki peluang yang sa­ma untuk ditetap­kan sebagai sekot definitif.

“Semua yang su­dah ikut memiliki peluang. Kalau nanti saya sudah putuskan, berarti ke­putusan itu sudah mem­pertimbangkan se­mua aspek yang ada,” te­gas walikota kepada Siwa­lima di Balai Kota, Kamis (18/6).

Menurut walikota, sebe­lum menetapkan siapa yang akan menduduki ja­batan birokrasi tertinggi di lingkup Pemkot Ambon ini, maka dirinya terlebih dahulu minta pan­dangan dari berbagai pihak eks­ter­nal sebagai bahan per­timbangan.

“Saya tidak bisa ambil keputusan begitu saja. Saya minta pandangan dari pihak-pihak eksternal, tetapi perlu ditegaskan, bahwa saya tidak minta mereka memilih siapa yang harus menjadi Sekot Ambon,” tan­das walikota.

Walikota juga menegaskan, tidak ada pertimbangan tertentu yang ber­kaitan dengan masa jabatan atau­pun faktor-faktor lain di luar kompetensi calon. “Saya tidak mempertimbangkan masa jabatan seseorang maupun hal-hal lain di luar kebutuhan orga­nisasi,” cetus walikota.

Sementara terkait berbagai masu­kan yang berkembang di masya­rakat, termasuk pendapat publik mengenai figur yang layak mendu­duki jabatan sekot, walikota menga­ku, seluruhnya akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir diambil. “Masukan dari pihak eksternal mau­pun publik tentu juga menjadi bahan pertimbangan,” ungkap walikota.

Dalam proses tersebut juga, walikota mengaku, turut berdiskusi dengan sejumlah tokoh, termasuk mantan Walikota Ambon Richard Louhenapessy, guna memperoleh pandangan yang lebih luas sebelum menentukan pilihan. “Saya juga berdiskusi dengan mantan walikota. Itu yang saya maksud dengan pihak eksternal. Semua harus saya tanya­kan dan dengarkan,” ucap walikota.

Meski demikian, ia memastikan keputusan akhir tetap berada ditangannya sebagai kepala daerah. Namun, keputusan itu akan lahir setelah mempertimbangkan berbagai pandangan yang berkembang.

“Kalau pada waktunya saya sudah putuskan, berarti keputusan itu merupakan hasil pertimbangan terhadap banyak masukan, bukan semata-mata kemauan saya sendiri,” tutup walikota.(S-30)

BERITA TERKAIT