AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto memastikan 16 orang peserta seleksi penerimaan taruna akademi kepolisian tahun 2026 dinyatakan lulus dan akan mengikuti tes kesehatan II.
Selain taruna akpol, 73 orang peserta Bintara dan Tamtama 30 orang juga dinyatakan lulus.
Dalam arahannya, kapolda menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan berdasarkan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta bebas dari praktik KKN. “Kelulusan peserta ditentukan berdasarkan kemampuan, hasil yang diperoleh dan pemenuhan standar yang telah ditetapkan.
Tidak ada ruang bagi praktik KKN, titipan, maupun intervensi dalam proses rekrutmen anggota Polri,” kata kapolda.
Menurutnya, proses rekrutmen merupakan gerbang awal untuk menghasilkan sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Ia juga memastikan seluruh tahapan seleksi diawasi secara berlapis oleh pengawas internal maupun eksternal guna menjamin proses berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Berdasarkan hasil sidang terbuka tersebut, sebanyak 16 peserta jalur Akpol dinyatakan lulus terpilih dari total 27 peserta yang mengikuti seleksi. Dari jumlah itu, 15 peserta merupakan pria dan satu peserta wanita.
Sementara itu, pada jalur Bintara Polri, sebanyak 73 peserta dinyatakan lulus dari total 447 peserta yang mengikuti sidang, terdiri atas 67 pria dan enam wanita.
Adapun pada jalur Tamtama Polri, sebanyak 30 peserta pria dinyatakan lulus terpilih dari total 38 peserta yang mengikuti seleksi.
Seluruh peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan tahapan seleksi berikutnya, yakni pemeriksaan kesehatan tahap II sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia daerah.
kapolda minta para peserta yang lolos untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan agar dapat menghadapi tahapan berikutnya secara maksimal. “Rikkes II menjadi tahapan yang sangat menentukan. Karena itu, saya meminta seluruh peserta yang dinyatakan lulus agar menjaga kesehatan, meningkatkan kesiapan fisik, serta tetap menjaga integritas dan disiplin selama mengikuti proses seleksi,” ujar kapolda.
Dirinya juga berpesan agar peserta yang tidak lolos jangan berkecil hati dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk mengikuti seleksi pada kesempatan mendatang.(S-25)