SIWALIMA.id > Berita
Bocah Tujuh Tahun Jadi Korban Perkosaan Lelaki Bejat
Uncategorized | Kamis, 4 September 2025 pukul 23:55 WIT

NAMLEA, Siwalimanews – Sungguh malang nasib bocah tujuh tahun asal Desa Metar harus dilarikan ke puskesmas terdekat setelah menjadi korban perkosaan lelaki bejat yang belum diketahui identitasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalimanews menyebutkan, kasus perkosaan yang menimpa bocah tujuh tahun ini terjadi di Desa Metar, Kec.Lolongquba, Kabupaten Buru, pada pukul 10.00 WIT di rumah milik Matina Behuku yang sementara kosong ditinggal penghuninya.

Kasus itu berawal saat korban berjalan menuju jembatan yang tidak jauh dari rumah orang tuanya untuk membuang sampah. Saat sampai di jembatan, ada seorang pria dewasa yang menutup mukanya dengan karpus menghadang korban.

korban ditarik menuju rumah Matina Behuku yang lagi kosong ditinggal pergi penghuninya. Sesuai pengakuan korban kepada orang tuanya dan warga setempat, bahwa di dalam rumah kosong tadi, pelaku yang tidak dikenal ini dengan kasar memaksa menurunkan celana korban hingga batas lutut.

Sesudah itu, pria bejat ini dengan kekerasan melecehkan bocah yang masih duduk di kelas 1 SD ini. Akibat tindakan brutal itu, korban mengalami kesakitan pada alat vitalnya sehingga sempat menjerit, namun pelaku tanpa belas kasihan terus beraksi.

Dengan bernafsu pelaku melanjutkan aksinya dan tanpa rasa belas kasihan,  memperkosa korban. Usai melakukan perbuatan bejatnya, pelaku kabur dan meninggalkan korban di TKP.

Pasca peristiwa memilukan itu, korban pulang ke rumah dan langsung mengadukan peristiwa naas tersebut kepada orang tuanya. Mendengar peristiwa itu sontak, warga Desa Metar heboh, namun pelaku sudah tidak diketahui rimbanya.

Korban kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Masyarakat yang mengetahui kasus naas yang menimpa bocah malang ini, mengutuk keras perbuatan biadap itu. Mereka mendoakan agar kepolisian bertindak cepat dan segera dapat menemukan pelakunya.

Pasca kejadian itu, salah satu anggota Satpol PP, Lutfi melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Waeapo.

“Kami berharap perbuatan bejat ini diusut dan pelakunya ditemukan serta dihukum seberat beratnya,” tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Waeapo, Ipda AE Poleonro yang dikonfirmasi Siwalimanews, Jumat sore (21/2), membenarkan adanya kasus tersebut dan saat ini korban sementara dirawat di Puskesmas Lolongquba.

“Kondisi kesehatan korban belum memungkinkan untuk diambil keterangan. Orang tuanya juga sedang mendampingi anaknya di puskesmas,” ungkap kapolsek.

Kendati demikian, pihak Polsek Waeapo bergerak cepat dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lainnya yang ada di TKP. Hanya saja, polisi masih belum mengetahui dan menemukan pelakunya.

“Pada saat peristiwa terjadi hanya ada korban dan pelaku.Tidak ada saksi lain yang melihat kejadian ini,” ujarnya. (S-31)

BERITA TERKAIT