SIWALIMA.id > Berita
Ancaman Mogok Kerja Dokter Spesialis
Visi | Kamis, 16 April 2026 pukul 13:02 WIT

SEJUMLAH dokter spesialis yang selama ini bertugas di Rumah Sakit Sumber hidup akan menarik diri, dengan demikian pelayanan pada Rumah Sakit Sumber Hidup terancam lumpuh.

Pasalnya, RS milik Sinode GPM ini yang memiliki tenaga dokter spesialis handal, 95 persennya akan menarik diri untuk sementara dari pelayanan di rumah sakit tersebut. Alasan penarikan diri ini dikarenakan pembayaran jasa tenaga dokter spesialis tidak jelas.

Jasa para dokter spesialis terabaikan dan jika diberikan juga pemberian jasa tidak sesuai tuntutan, sebab hanya 40 persen dari total jasa yang harus diterima para dokter.

Karena pembayaran jasa hanya diberikan 40 persen dari total jasa yang harus diterima, maka dokter-dokter spesialis memutuskan untuk tetap tidak melakukan pelayanan spesialis di ruang rawat inap maupun poliklinik.

Total yang harus bayar jasa para dokter spesialis itu sebesar 1,6 miliar lebih, namun hanya dibayarkan sekitar kurang lebih Rp600 jutaan, sehingga masih tersisa Rp 1 miliar lebih yang belum. 

Para dokter sepsialis ini menegaskan, selama tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh sang Direktur RS Sumber Hidup, dr Thrifindana Abednego dan pihak manajemen, maka para dokter sepsialis ini tak akan memberikan pelayanan di RS Sumber Hidup.

Mereka menuntut, pertama, pem¬bayaran jasa harus sampai dengan bulan Febuari 2026, sebab pihak BPJS Kesehatan sudah membayar ke RS Sumber Hidup sampai dengan bulan Febuari 2026. Kedua, para dokter spesialis tetap pada pendirian minta Direktur RS Sumber Hidup dr Thrifindana Abednego, harus diturunkan dan kembali bekerja dan fokus sebagai ASN di puskes¬mas sesuai bidang tugasnya. 

Plt Sekot Ambon Robby Sapulette mengatakan, erkait dengan dr Thrifindana Abednego yang adalah ASN Pemkot Ambon yang bertugas di puskesmas masih menjalankan tugas sebagai Direktur RS Sumber Hidup dan menjadi salah satu biang kerok penyebab hingga 95 persen dokter spesialis di RS ini menarik diri, apakah pemkot tetap membiar¬kannya menjabat sebagai Plt Direktur dan mengabaikan tugas-nya di puskesmas? .

Namun sayangnya sekot yang tupoksinya sebagai pembina ASN pada Pemkot Ambon, memilih bung¬kam dan menyarankan agar hal itu ditanyakan langsung ke walikota.

Akibat jasa para dokter yang diabaikan oleh direktur dan manajemen RS Sumber Hidup, maka sejumlah dokter spesialis sebelumnya juga telah keluar dari rumah sakit ini, seperti dokter spesialis anastesi, dokter spesialis THT, dokter spe¬sialis rehabilitasi medik, dokter spe¬sialis Opskin/ Obgyn serta penata anastesi bahkan dokter lab. 

Para dokter spesialis ini juga keluar sebab pembayaran jasa dokter mereka 2-3 tahun itu molor terus,” jelas para dokter.

Semua kejadian yang terjadi di RS Sumber Hidup yang menyebabkan para dokter spesialis memilih menarik diri, lantaran Plt Direktur RS Sum¬ber Hidup dr Thrifindana Abednego ini tak mampu mengelola keua¬ngan dengan baik. 

Bayangkan saja, sejak dirinya ditunjuk untuk memimpin RS Sumber Hidup sebagian besar dokter spesialis mengundurkan diri, lantaran masalah jasa dokter yang molor dibayarkan hingga miliaran rupiah, namun dirinya tak belajar dari pengalaman tersebut, sehingga terjadi lagi masalah yang sama, sehingga membuat sejumlah dokter spesialis kembali menarik diri mereka lagi. 

Pihak Yayasan dan Sinode GPM harusnya tidak menutup mata melihat persoalan ini, harus segera mencari solusi agar hak-hak nakes dapat diselesaikan karena ini menyangkut pelayanan Kesehatan bagi masyarakat di Maluku khususnya Kota Ambon.(*)

BERITA TERKAIT