SIWALIMA.id > Berita
Aparat Gabungan Berhasil Sapu Bersih Penambang Ilegal
Daerah | Kamis, 11 Desember 2025 pukul 10:04 WIT

AMBON, Siwalima.id - Aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja telah berhasil sapu bersih penambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabu­paten Buru.

Walaupun sempat terjadi gejo­lak penolakan, namun aparat ga­bu­ngan yang dipimpin Kapolres Buru berhasil melakukan  upaya persuasif, sehingga proses pe­nertiban dapat dilakukan dengan aman dan lancar.

Demikian diungkapkan, Ketua Satgas Penertiban Gunung Botak, Djalaludin Salampessy kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya, Rabu (10/12).

“Saya lagi di Gunung Botak Namlea untuk memantau langsung proses penertiban. Memang su­dah tidak ada penolakan. Kalau ada aksi kecil-kecilan itu biasa,” ujar Salampessy.

Salampessy bilang, walaupun terjadi aksi penolakan dari seba­gian orang beberapa hari lalu, namun saat ini semua penambang ilegal sudah turun dari Gunung Botak.

Untuk memastikan tidak ada lagi penambangan ilegal yang masuk ke kawasan Gunung Botak pasca penertiban selama 14 hari, maka akan dibangun pos penjagaan se­cara permanen.

“Sesuai arahan Presiden dalam rangka penertiban Gunung Botak, jadi setelah penertiban, pengoso­ngan dan penataan maka selanjut­nya harus dikelola untuk kemak­muran rakyat sebab sumber daya alam tersebut harus dijaga secara permanen, itu artinya ada pos permanen,” tegas Salampessy.

Saat ini sesuai agenda tim penerti­ban akan melakukan penetapan titik koordinat Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) bagi 10 koperasi yang telah mengantongi IPR dengan luasan sebesar 100 hektar.

Hal ini bertujuan agar 10 koperasi pemegang IPR di kawasan Gunung Botak tersebut dapat segera ber­ope­rasi. Artinya kawasan Gunung Botak tersebut sudah legal maka negara akan menjaga dan mengamankan proses pengolahan. “Prinsipnya pengelolaan Gunung Botak kedepan akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk kemaslahatan masyarakat Maluku,” ucap Salampessy.(S-20)

BERITA TERKAIT