SIWALIMA.id > Berita
BMKG Minta Masyarakat Waspada
Daerah | Jumat, 9 Januari 2026 pukul 14:29 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maluku mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim, Kamis (8/1) pagi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro, dalam rilisnya menyebutkan, sejumlah wilayah di Provinsi Maluku berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Ia menyebut, potensi cuaca buruk ini diperkirakan mulai terjadi pada pukul 06.15 WIT.

“Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Maluku Tengah, antara lain Seram Utara, Seram Utara Barat, Telutih, Seram Utara Timur Seti, dan Seram Utara Timur Kobi,”ujarnya.

Selain itu, hujan lebat juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara, mencakup Kei Kecil, Kei Besar, Kei Besar Selatan, Kei Besar Utara Timur, Kei Kecil Timur, Kei Kecil Barat, Manyeuw, Hoat Sorbay, hingga Kei Kecil Timur Selatan.

BMKG juga mencatat potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Selaru), Kabupaten Seram Bagian Timur seperti Bula, Pulau Gorom, Werinama, Wakate, hingga Teluk Waru, serta Kabupaten Kepulauan Aru yang meliputi Pulau-Pulau Aru, Aru Utara, Aru Utara Timur Batuley, dan Sir-Sir.

“Sementara itu, wilayah Kota Tual seperti Pulau Dullah Utara, Pulau Dullah Selatan, Tayando Tam, Pulau-Pulau Kur, dan Kur Selatan juga masuk dalam wilayah yang diprakirakan terdampak,”katanya.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Kabupaten Maluku Tengah (Amahai, Banda, Saparua, Pulau Haruku, Kota Masohi), Kabupaten Seram Bagian Barat (Kairatu, Taniwel, Huamual, Kepulauan Manipa), Kabupaten Kepulauan Aru bagian tengah, serta Kota Ambon yang meliputi Nusaniwe, Sirimau, Baguala, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan.

“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 09.15 WIT,”ujarnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi laut dan udara. Warga juga diminta terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.(S-25)

BERITA TERKAIT