AMBON, Siwalima.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon, terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih di kota ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan kepada Siwalima.id di Balai Kota, Senin (2/3) menjelaskan, distribusi air tersebut merupakan arahan langsung dari walikota, guna membantu warga yang mengalami kekurangan air bersih.
“Distribusi air ini arahan dari pak walikota kepada kita bersama dengan Dinas PU, terkait kekurangan air bersih warga. Setelah arahan itu disampaikan, kami langsung turun bersama tim,” ucap Frits.
Menurutnya, lokasi pertama yang disasar adalah kawasan Kebun Cengkeh dengan sekitar 60 kepala keluarga. Selanjutnya, tim bergerak ke Dusun Warah Tengah dan mengisi bak penampung air yang dibangun Pemerintah Negeri Batu Merah.
“Saat itu saya berkoordinasi dengan Raja Batu Merah, kemudian diarahkan untuk mengisi bak penampung di Dusun Warah Tengah supaya nanti bisa disalurkan ke warga setempat,” beber Frits.
Distribusi air bersih juga dilakukan di Warasia, Kampung Buton, yang dihuni sekitar 70 hingga 80 KK atau lebih dari 100 jiwa di wilayah tersebut kata Frits, memang mengalami kesulitan air bersih dan warga biasanya harus membeli air tangki dengan harga sekitar Rp250 ribu/tangki.
“Di Warasia Kampung Buton kami sudah dua kali salurkan air. Disana memang betul-betul tidak ada air bersih. Warga biasanya beli air, itu pun kadang satu minggu sekali karena harganya cukup mahal,” beber Frits.
Selain itu lanjut Frits, BPBD juga menyalurkan air bersih ke kawasan Gunung Nona di kawasan RCTI, Gadihu Kebun Cengkeh, Lorong PLN, serta Siwang.
Untuk Siwang, distribusi telah dilakukan sebanyak tiga kali, mengingat mobil tangki air jarang menjangkau wilayah tersebut, kecuali jika warga membeli air secara mandiri.
“Biasanya sebelum distribusi kami beritahu RT setempat supaya warga yang membutuhkan bisa datang membawa drum atau wadah untuk menampung air,” tutur Frits.
Khusus di Lorong PLN lanjut Frits, warga sebelumnya telah mengajukan pemasangan pipa air dari PDAM, namun diduga masih terkendala biaya, sehingga BPBD mengambil langkah membantu melalui distribusi air bersih.
Penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai kemampuan dan ketersediaan armada, dengan prioritas wilayah yang benar-benar tidak memiliki akses air bersih.
“Semua lokasi yang kami datangi adalah wilayah yang memang kesulitan air bersih. Kami akan terus berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” tandas Frits.(Mg-1)