BULA, Siwalimanews – Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Seram Bagian Timur meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Penduduk miskin di kabupaten yang dipimpin Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati M. Miftah Thoha Wattimena di tahun 2022 sebanyak 23,71 ribu. Jumlah itu terus naik di tahun 2023 sebanyak 24,26 ribu dan tahun 2024 sebanyak 24,34 ribu orang.
Sedangkan kalau di presentasikan jumlah penduduk miskin di tahun 2022 sebesar 20,73 %, tahun 2023 sebesar 21,08 % dan tahun 2024 sebesar 21,03 % dengan jumlah penduduk tahun 2024 sebanyak 140.97 ribu jiwa.
Jelang 100 hari kerja Fachri Husni Alkatiri dinilai hanya melakukan kegiatan seremonial belaka dan tidak bekerja maksimal untuk mensejahterakan masyarakat SBT.
Pemerintahan SBT dibawa kepemimpinan Fachri Husni Alkatiri dinilai tak mampu membawah perubahan yang signifikan menuju 100 hari kerjanya.
Ketua LSM Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) Fadel Rumakat dalam rilis yang diterima Siwalima, Sabtu (25/5) mengaku sejumlah kalangan masyarakat dan pemerhati daerah kekecewaan atas minimnya perubahan nyata yang dirasakan oleh warga di berbagai sektor pembangunan.
âMeski sebelumnya Bupati telah memaparkan sejumlah program prioritas dalam 100 hari pertama, realisasi di lapangan dinilai masih jauh dari harapan,â tulis Rumakat.
Dikatakan, untuk Infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan pelayanan kesehatan pendidikan, di wilayah-wilayah terpencil masih menjadi persoalan utama yang belum tersentuh secara serius.
âSeratus hari ini seakan hanya diisi dengan seremonial dan kunjungan tanpa dampak nyata. Masyarakat butuh aksi, bukan janji,â kesalnya.
Sementara pantauan Siwalima, bupati Fachri Husni Alkatiri dan wakilnya M. Miftah Thora Wattimena lebih banyak menghabiskan waktu di luar daerah.
Tidak hanya itu, keduanya juga memboyong pimpinan OPD sehingga koordinasi pelayanan tidak berjalan sesuai dengan visi dan misi yang dijanjikan selama kampanye.
Ambil contoh, kerusakan sejumlah jembatan akibat banjir pun, bupati tidak pernah ada di lokasi, sampai selesai dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional Maluku. (S-27)