SIWALIMA.id > Berita
Cuaca Ekstrem, Sebagian Nelayan Alih Profesi
Daerah | Rabu, 11 Februari 2026 pukul 10:17 WIT

AMBON, Siwalima.id - Cuaca ekstrem yang melanda Maluku membuat sebagian besar nelayan tidak melaut termasuk di Kota Ambon dan beralih profesi.

Sebagian nelayan meninggalkan mata pencaharian mereka dan menjadi petani, buruh bangunan, tukang batu, sampai menjadi tukang ojek.

Kedepan dinas akan menyiapkan berbagai program bagi nelayan sebagai upaya adaptasi menghadapi perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” terang Kadis Perikanan Kota Ambon, Henly C Simatauw kepada Siwalima di Ruang Kerjanya, Selasa (10/2).

Kondisi ekstrem lanjutnya berimbas langsung pada penurunan pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan.

Terkait dukungan sarana produksi, ia mengakui kebutuhan alat penangkapan ikan bagi nelayan sangat tinggi, sementara anggaran yang tersedia masih terbatas.

Meski demikian, tahun 2026, melalui program peningkatan perikanan tangkap, dinas tetap mengalokasikan bantuan berupa pengadaan tiga unit mesin motor tempel yang diperuntukkan bagi nelayan kecil.

“Agar bantuan tidak salah sasaran, penetapan penerima dilakukan melalui SOP pemberian bantuan sarana penangkapan ikan, sehingga tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, dinas juga melakukan evaluasi fungsi tempat pelelangan ikan (TPI) sepanjang tahun 2026.

Evaluasi mencakup penyediaan sarana dan prasarana TPI, serta penataan alur distribusi dan pelayanan yang akan diatur melalui perwali.

Dalam rangka menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, lanjutnya, pentingnya keseimbangan antara eksploitasi sumber daya ikan dan perlindungan ekosistem laut.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, baik dengan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, khususnya pada bidang pengawasan.

“Koordinasi ini penting untuk memastikan pengelolaan perikanan berjalan berkelanjutan dan ekosistem laut tetap terjaga,” harapnya.(Mg-1)

BERITA TERKAIT