AMBON, Siwalima – Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan mendukung kemajuan Maluku.
Dalam pertemuan bersama insan pers di Maluku, kapolda mengaku, kegiatan tersebut sengaja dikemas dalam suasana santai dengan konsep “Duduk Bercerita” agar seluruh peserta dapat berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai masa depan Maluku.
“Yang paling penting adalah bagaimana cerita dan diskusi kita memberikan kolaborasi, dukungan, dan semangat untuk kemajuan Maluku. Karena yang memikirkan kemajuan Maluku adalah kita semua,” ucap kapolda dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Rabu (3/6).
Menurutnya, Maluku memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi masyarakat, kekayaan alam, maupun keindahan wilayahnya. Potensi tersebut harus dijaga melalui terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama, adalah potensi konflik sosial yang dapat berawal dari tindakan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perundungan di sekolah, konflik dalam keluarga, hingga tawuran antar kelompok dan antar kampung.
“Konflik sosial tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang dimulai dari kekerasan-kekerasan kecil yang kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ini yang harus kita cegah bersama,” ucap kapolda.
Tren konflik sosial di Maluku menurut kapolda, menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkannya, pada 2024 tercatat 156 kasus konflik sosial, sedangkan pada 2025 jumlahnya turun menjadi 96 kasus.
Sementara hingga Juni 2026, jumlah kejadian yang tercatat jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kita berharap sampai akhir tahun tidak terjadi lagi konflik sosial. Ini harus kita pertahankan bersama,” pinta kapolda.
Kapolda mengaku, salah satu akar persoalan yang sering melatarbelakangi konflik adalah, munculnya egoisme kelompok yang merasa paling benar dan mengabaikan kelompok lain.
Karena itu, edukasi kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya serta hukum yang berlaku.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Polda Maluku meluncurkan program “Polisi Mengajar” yang bertujuan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga persatuan dan mencegah konflik sosial.
“Anak-anak yang lahir setelah konflik sosial besar pada 1999 tidak merasakan langsung dampaknya. Karena itu mereka perlu diberikan pemahaman agar tetap menjaga keutuhan dan kedamaian Maluku,” tandas kapolda.
Kapolda juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial terhadap generasi muda, sebab media sosial kini menjadi sumber informasi yang paling banyak diakses, sehingga perlu dimanfaatkan secara positif.
Untuk itu, peran media massa dan jurnalis tetap sangat penting untuk menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, terutama di tengah maraknya penyebaran informasi hoaks.
“Ketika ada informasi yang tidak benar beredar di media sosial, media mainstream memiliki peran penting untuk melakukan klarifikasi dan menyajikan informasi yang valid sesuai fakta,” cetus kapolda.
Kpaolda mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan mencintai Maluku.
“Maluku adalah milik kita bersama. Karena itu menjaga keamanan, persatuan, dan kemajuannya menjadi tanggung jawab kita semua,” ajak kapolda.(S-25)