SIWALIMA.id > Berita
Kuota Haji Maluku Turun, Pemprov Protes Kemenag
Online | Kamis, 11 Desember 2025 pukul 22:23 WIT

AMBON, Siwalima.id – Kuota haji Maluku di tahun 2025 ini mencapai 1.086 jamaah, namun untuk tahun 2026 mendatang kuotanya mengalami pengurangan sebanyak 499 jamaah.

Pengurangan kuota haji  tahun 2026 ini, memicu protes dari Pemerintah Provinsi Maluku ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama.

Plh Sekda Maluku, Kasrul Selang mengaku, pengurangan kuota haji Maluku tahun 2026, tentu menjadi persoalan baru bagi Pemerintah Provinsi Maluku di tengah antrian panjang calon jemaah haji.

"Kalau kuota haji Provinsi Maluku dari yang sebelumnya sebanyak 1.086 jemaah, turun drastis menjadi 587 jumlah berkurang hampir 500 coba ini membuat pemerintah daerah dilematis untuk menjelaskan kepada masyarakat kita,” tandas Kasrul dihadapan Komisi VIII DPR dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (11/12).

Kondisi ini kata Kasrul, menimbulkan tekanan besar, sebab ada banyak calon jemaah yang seharusnya berangkat terpaksa ditunda karena keterbatasan kuota haji dan ini sangat memilukan hati masyarakat.

kebijakan ini, berlaku secara nasional, namun tidak salah jika pemerintah pusat melalui Kementerian agama meninjau kembali kebijakan pengurangan kuota haji ini, agar tidak membunuh harapan calon jamaah untuk melakukan ibadah ke tanah suci 

“Kami mohon juga dukungan Komisi VIII agar pengurangan kuota haji dapat ditinjau kembali secara lebih proporsional. Kasihan ada calon jemaah yang menunggu bertahun-tahun, tapi tidak bisa melakukan ibadah haji,” ucap Kasrul.

Disisi lain kata Kasrul, ketiadaan struktur organisasi tata kerja yang mengurus haji di Kabupaten MBD dan Kepulauan Tanimbar, harus juga dievaluasi, sebab dua daerah ini selama ini digabung dalam pelayanan regional Kota Ambon yang secara geografis memiliki rentang kendali sangat jauh dan biaya mobilisasi sangat besar.

Sudah saatnya pemerintah pusat berpikir untuk menambah kantor perwakilan layanan haji di kedua daerah tersebut, agar masyarakat tidak lagi mengurus haji Ambon yang biayanya sama dengan ke Jakarta.

“Jadi mohon diperhatikan dan masyarakat kita yang ada disana yang akan mengurus haji termasuk penambahan petugas haji daerah yang tadinya 9 orang sekarang tinggal 2, agar kedepan layanan haji dapat semakin baik,” tegas Kasrul.(S-20)

BERITA TERKAIT