SIWALIMA.id > Berita
Kuota Haji Maluku Turun, Pempus Diminta Tinjau Ulang
Daerah , Headline | Jumat, 12 Desember 2025 pukul 16:09 WIT

AMBON, Siwalima.id - Tidak seperti tahun se­belumnya yang men­capai 1.086 orang, untuk tahun 2026 mendatang kuota haji Maluku mengalami pengu­rangan sebanyak 499 orang.

Pengurangan kuota haji Provinsi Maluku tahun 2026 ini memicu protes dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada Pemerin­tah Pusat khususnya Ke­menterian Agama.

Plh Sekda Ma­luku, Kasrul Se­lang mengatakan, pengurangan kuo­ta haji Maluku Tahun 2026 tentu menjadi persoalan baru bagi Pemerintah Provinsi Maluku ditengah antrian panjang calon jemaah haji.

“Kalau kuota haji Provinsi Maluku dari yang sebelumnya sebanyak 1.086 jemaah turun drastis menjadi 587, jumlah ber­kurang hampir 500 coba ini membuat pemerintah dae­rah dilematis untuk menje­laskan kepada masyarakat kita,” ujar Kasrul diha­dapan Komisi VIII DPR dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (11/12).

Kondisi ini lanut Kasrul, menim­bulkan tekanan besar sebab ada ba­nyak calon jemaah yang seharusnya berangkat terpaksa ditunda, karena keterbatasan kuota haji dan ini sangat memilukan hati masyarakat.

Kasrul mengakui, kebijakan ini berlaku secara nasional namun tidak salah jika Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama meninjau kembali kebijakan pengurangan kuota haji, agar tidak membunuh harapan calon jamaah untuk melakukan ibadah suci 

“Kami mohon juga dukungan Komisi VIII agar pengurangan kuota haji dapat ditinjau kembali secara lebih proporsional. Kasihan ada ca­lon jemaah yang menunggu berta­hun-tahun tapi tidak bisa melakukan ibadah haji,” kata Kasrul.

Disisi lain, ketiadaan struktur organisasi tata kerja yang mengurus haji di Kabupaten MBD dan Kepu­lauan Tanimbar harus juga dieva­luasi, sebab dua daerah ini, selama ini digabung dalam pelayanan regional Kota Ambon yang secara geografis memiliki rentang kendali sangat jauh dan biaya mobilisasi akan sangat besar.

Menurut Kasrul sudah saatnya Pemerintah Pusat berfikir untuk me­nambah kantor perwakilan layanan haji di kedua daerah tersebut, agar masyarakat tidak lagi mengurus haji Ambon yang biayanya sama dengan ke Jakarta.

“Jadi mohon diperhatikan dan masyarakat kita yang ada di sana yang akan mengurus haji termasuk penambahan petugas haji daerah yang tadinya 9 orang sekarang tinggal 2 agar kedepan layanan haji dapat semakin baik,” tegas Kasrul. (S-20)

BERITA TERKAIT