SIWALIMA.id > Berita
Polda Pastikan Penganiaya Abdullah Mahu Segera Ditangkap
Headline , Hukum | Jumat, 22 Mei 2026 pukul 15:09 WIT

AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku pas­tikan akan segera me­nangkap para pelaku penganiayaan terha­dap Abdullah Mahu alias Afila (18), korban pengeroyokan brutal yang terjadi di kawa­san Air Kuning, Kota Ambon.

Penegasan tersebut disampaikan Kasub­dit III Ditreskrimum Polda Maluku, Kompol Sugeng Ade Wijaya, saat menerima aksi demonstrasi yang di­gelar Forum Silatu­rah­mi Basudara Manipa Maluku dan Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (FSBM-HMPM), Rabu (20/5).

Dalam aksi itu, Sugeng didam­pingi Direktur Intelijen dan Ke­amanan Polda Maluku, Kombes I Gede Arsan, menerima para pen­demo di depan Mapolda Maluku, Tantui.

“Penangkapan akan dilakukan sesegera mungkin. Tapi semua itu dilakukan sesuai prosedur,” kata Sugeng di hadapan massa aksi.

Meski demikian, pihak kepoli­sian belum dapat memastikan waktu penangkapan para pelaku. Sugeng menegaskan proses hukum tetap berjalan berdasarkan prosedur yang berlaku.

“Kapan waktunya belum bisa dipastikan. Kami bekerja berda­sarkan perintah dan prosedur. Tapi dipastikan pelaku segera ditang­kap,” ujarnya.

Dalam aksi demonstrasi terse­but, massa mendesak kepolisian segera menangkap para pelaku yang hingga kini masih berkelia­ran. 

Mereka menilai penanganan kasus berjalan lambat, padahal polisi disebut telah mengantongi identitas sejumlah terduga pelaku.

“Sudah hampir dua minggu pelaku belum ditangkap. Padahal bukti rekaman CCTV sudah jelas,” teriak salah satu peserta aksi.

Massa juga menegaskan aksi yang dilakukan bertujuan menuntut keadilan bagi korban, bukan untuk membuat kericuhan.

“Kami datang bukan untuk anarkis. Orang Manipa cinta damai. Kami hanya meminta keadilan untuk saudara kami,” ujar massa aksi.

Mereka mengancam akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar apabila para pelaku belum juga ditangkap dalam waktu dekat.

Diketahui, penganiayaan terha­dap Abdullah Mahu terjadi pada Senin (11/5) sekitar pukul 04.00 WIT di depan sebuah kios di Lo­rong Alaka, kawasan Air Kuning, Ambon.

Saat itu korban yang bekerja di sebuah usaha ayam geprek di kawasan Kebun Cengkeh sedang mengambil nasi di rumah pemilik usaha. Ketika melintas di Lorong Sumatera, korban diduga dilem­pari batu oleh sekelompok pemu­da yang sedang nongkrong di lokasi.

Korban kemudian berhenti di sebuah kios depan Indomaret Air Kuning. Namun kelompok pemuda tersebut diduga mengejar dan mengeroyok korban secara brutal.

Dalam video yang beredar, korban tampak dipukul berulang kali dan dilempari batu di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RS Siloam sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan intensif. (S-25)

BERITA TERKAIT