AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku pastikan akan segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap Abdullah Mahu alias Afila (18), korban pengeroyokan brutal yang terjadi di kawasan Air Kuning, Kota Ambon.
Penegasan tersebut disampaikan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Maluku, Kompol Sugeng Ade Wijaya, saat menerima aksi demonstrasi yang digelar Forum Silaturahmi Basudara Manipa Maluku dan Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (FSBM-HMPM), Rabu (20/5).
Dalam aksi itu, Sugeng didampingi Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Maluku, Kombes I Gede Arsan, menerima para pendemo di depan Mapolda Maluku, Tantui.
“Penangkapan akan dilakukan sesegera mungkin. Tapi semua itu dilakukan sesuai prosedur,” kata Sugeng di hadapan massa aksi.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan waktu penangkapan para pelaku. Sugeng menegaskan proses hukum tetap berjalan berdasarkan prosedur yang berlaku.
“Kapan waktunya belum bisa dipastikan. Kami bekerja berdasarkan perintah dan prosedur. Tapi dipastikan pelaku segera ditangkap,” ujarnya.
Dalam aksi demonstrasi tersebut, massa mendesak kepolisian segera menangkap para pelaku yang hingga kini masih berkeliaran.
Mereka menilai penanganan kasus berjalan lambat, padahal polisi disebut telah mengantongi identitas sejumlah terduga pelaku.
“Sudah hampir dua minggu pelaku belum ditangkap. Padahal bukti rekaman CCTV sudah jelas,” teriak salah satu peserta aksi.
Massa juga menegaskan aksi yang dilakukan bertujuan menuntut keadilan bagi korban, bukan untuk membuat kericuhan.
“Kami datang bukan untuk anarkis. Orang Manipa cinta damai. Kami hanya meminta keadilan untuk saudara kami,” ujar massa aksi.
Mereka mengancam akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar apabila para pelaku belum juga ditangkap dalam waktu dekat.
Diketahui, penganiayaan terhadap Abdullah Mahu terjadi pada Senin (11/5) sekitar pukul 04.00 WIT di depan sebuah kios di Lorong Alaka, kawasan Air Kuning, Ambon.
Saat itu korban yang bekerja di sebuah usaha ayam geprek di kawasan Kebun Cengkeh sedang mengambil nasi di rumah pemilik usaha. Ketika melintas di Lorong Sumatera, korban diduga dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di lokasi.
Korban kemudian berhenti di sebuah kios depan Indomaret Air Kuning. Namun kelompok pemuda tersebut diduga mengejar dan mengeroyok korban secara brutal.
Dalam video yang beredar, korban tampak dipukul berulang kali dan dilempari batu di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RS Siloam sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan intensif. (S-25)