MASOHI, Siwalimanews – Sebentar lagi kabupaten tertua di Maluku akan merayakan ulang tahunya ke 68 tahun. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah event untuk memeriahkan perayaan tersebut.
Event itu Banda Heritage Festival 2025 dan sejumlah lomba jelang perayaan HUT ke-68 Kabupaten Maluku Tengah.
Bupati Malteng Zulkarnain Awat Amir mengaku dua event besar ini membawa satu semangat yang sama, yakni semangat kebudayaan dan kebersamaan.
Budaya adalah akar dan sejarah adalah identitas. Dari sinilah Masohi dan Banda memancarkan cahaya keindahan, kebersamaan, dan keÂbanggaan sebagai jantung Maluku Tengah,â tegasnya.
Ia mengaku untuk Banda Heritage Festival mengangkat tema âNafas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam.â Sedangkan HUT Kota Masohi akan mengambil tema âMasohi BerbuÂdaya, Masohi Bersaudara.
Menurutnya, kedua tema tersebut menandakan satu hal penting, bahwa masyarakat Maluku Tengah adalah generasi yang mencintai budaya dan tidak pernah lupa akan sejarah.
Lanjutnya kedua event ini juga bukan sekadar pesta seni, lomba atau hiburan semata, melainkan paÂnggilan bagi seluruh masyarakat MaÂluku Tengah untuk bangkit berÂsama membangun kebanggaan daerah.
âDari Pulau Seram sampai Banda, dari Amahai sampai Tehoru, dari Lease, Salahutu sampai Leihitu, mari kita bersatu hati, bahu-membahu, dan berpartisipasi aktif menyukÂseskan HUT ke-68 Kota Masohi dan Banda Heritage Festival,â ajaknya.
Bupati juga mengingatkan momentum ini harus menjadi wadah untuk memperkuat semangat perÂsaudaraan dan mempertegas idenÂtitas Masohi sebagai kota perjuaÂngan dan gotong royong.
âTunjukkan bahwa Malteng adalah rumah besar yang damai, berbudaya, dan berdaya saing. Tunjukkan bahwa Masohi adalah kota perjuangan, kota gotong royong, kota yang terus tumbuh dengan semangat persaudaraan,â ujar Zulkarnain penuh semangat.
Pada kesempatan itu juga dilakukan pencanangan sejumlah kegiatan jelang HUT Kota Masohi, antara lain kerja bakti, penanaman mangrove, senam sehat, serta pencanangan car free day.
Dikatakan, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan simbol dari gerakan hidup sehat, lingkungan bersih dan masyarakat aktif yang sejalan dengan semangat gotong royong khas Kota Masohi.
âSaya yakin, dengan semangat gotong-royong Masohi, dengan tekad yang kuat, Maluku Tengah akan maju, akan bangkit dan dari Masohi dan Banda, akan bergema pesan kepada Indonesia dan dunia, bahwa di sinilah jantung budaya, sejarah dan peradaban Maluku,â tutupnya.
Libatkan Masyarakat
Guna meramaikan perayaan HUT ke-68 Kota Masohi, pemkab Maluku Tengah juga akan melibatkan masÂyarakat dalam sejumlah lomba yang digelar.
Ketua Panitia Penyelenggara HUT Kota Masohi, Sukri kepada wartaÂwan di Masohi menjelaskan, rangÂkaian lomba HUT dimulai sejak 17 Oktober hingga 2 November.
Menurutnya konsep perayaan tahun ini memang sengaja diranÂcang untuk memberi ruang lebih luas kepada masyarakat agar ikut memeriahkan hari jadi Kota Masohi.
âKali ini kami memang sengaja mengundang partisipasi masyarakat lebih tinggi. Karena itu, lomba-lomba yang digelar banyak bersifat tradisiÂonal seperti tarik tambang, panjat pinang, lompat karung dan sejumlah lomba rakyat lainnya,â jelasnya.
Ia menegaskan, pelibatan masyaÂraÂkat bukan hanya untuk memeÂriahkan suasana, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat kebersaÂmaan dan gotong-royong yang menÂjadi ciri khas masyarakat Masohi.
âKami ingin momentum HUT ini menjadi pesta rakyat yang benar-benar dirasakan seluruh warga, buÂkan hanya kegiatan formal pemeÂrintah atau OPD,â jelasnya
Lebih lanjut ia mengaku seluruh kegiatan ini digelar, bupati meminta agar panitia bekerja serius dan meÂmaksimalkan seluruh potensi yang ada di tengah keterbatasan anggaran.
âKita akan maksimalkan dukungan dan kontribusi pihak swasta agar penyelenggaraan dua kegiatan beÂsar ini dapat berjalan sukses dan meriah,â tandas Sukri. (S-17)