SIWALIMA.id > Berita
Mantan Bendahara Puskesmas Sawa Dilaporkan ke Polisi
Hukum | Senin, 22 Juni 2026 pukul 13:57 WIT

NAMLEA, Siwalima.id - Chairia Al-Hamid, warga Desa Lala, Kecamatan Namlea, Kabupa­ten Buru, mengaku ditipu oknum PNS di Puskesmas  Desa Sawa, Keca­matan Liliyali, berinisial NP alias Nur sebesar 108 juta. 

Masalah dugaan penipuan oleh NP itu telah dilaporkan ke Polres Buru sejak sebulan lalu. Namun kasus itu masih mengendap di ta­ngan kepolisian. 

Hal itu diungkap Ketua DPD LSM Intra-Win Maluku, Nurjanah Raha­watin kepada wartawan, di Namlea, Sabtu malam (20/6). 

“Laporan dugaan penipuan ini masih terkatung-katung di tangan polisi. Saya sudah tanya penyidik yang menangani kasus ini, namun tidak mendapat jawaban memuas­kan,” kata Nurjanah. 

Menurut Nurjanah dan korban penipuan Chairia Al-Hamid, keja­dian itu berawal saat NP mendatangi Chaira untuk meminjam uang sebesar Rp. 50 juta.

Posisi NP pada saat itu masih berstatus Bendahara Puskesmas Desa Sawa. Kini dia sudah bukan lagi menjabat Bendahara Puskes­mas. 

Ia datang ke Chairia dengan modus minjam uang untuk dipakai merehabilitasi gedung Puskesmas yang sangat mendesak. 

Karena percaya Chaira menye­rahkan uang tersebut dengan bukti kesepakatan perjanjian yang ditan­datangani di atas meterai dan juga dibuat bukti kuitansi penerimaan uang oleh NP. 

Chairia juga sempat memotret NP yang menerima uang pinjaman tersebut. 

Chairia meminta NP agar jangan terlalu lama mengembalikan uang pinjaman karena itu modal usaha dagangannya. 

Di kemudian hari NP terus mela­kukan pinjaman yang dilakukan secara bertahap sehingga membeng­kak menjadi  108 juta. 

Namun setelah itu, NP  meng­gantung janjinya kepada Chairia. Setiap ditagih NP selalu beralasan yang macam-macam, hingga pinja­man itu sudah mengendap hampir dua tahun. 

Karena merasa telah tertipu oleh NP, akhirnya Chairia memilih mela­por ke Polres Buru sejak sebulan lalu. “Laporan telah diterima dan ditangani penyidik di reskrim. Namun tidak berlanjut dan meng­endap sampai hari ini,” timpal ketua LSM Intra-Win. 

Korban Chairia pernah menemui atasan NP di Dinas Kesehatan Kabupaten Buru perihal oknum bendahara ini yang meminjamkan uang untuk rehabilitasi gedung Puskesmas. 

Kadis Kesehatan sempat dibuat terkejut karena tidak pernah ada laporan dari para bawahannya perihal pinjam uang tersebut. 

Nurjanah menambahkan kalau dugaan penipuan oleh NP ini baru diketahui setelah sepupunya Chairia datang mengeluhkan masalah itu kepadanya. 

Aku Nurjanah, kalau NP sendiri diduga banyak melancarkan modus pinjam uang sampai di wilayah tam­bang gunung botak. Bahkan masa­lahnya  dibikin viral di Facebook karena ada yang merasa tertipu.

Mengomentari lebih jauh laporan sepupunya yang masih terkatung-katung di polres, Nurjanah menduga ada unsur kesengajaan. 

“Masalah sepertinya ada unsur kesengajaan dari penyidik  Polres Buru berdasarkan Kapolres Sendiri lebih banyak fokus ke pertanian. Mungkin,” sindir Nurjanah.(S-15)

BERITA TERKAIT