AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku mengaku, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk merefleksikan peran strategis pekerja dalam menggerakkan roda ekonomi.
Hal itu disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian, Kasrul Selang, dalam peringatan May Day 2026 yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (1/5).
Pasalnya kata gubernur, buruh merupakan tulang punggung pembangunan di berbagai sektor.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan peran penting kaum pekerja sebagai penggerak roda ekonomi bangsa. Buruh adalah tulang punggung pembangunan, dari pabrik, perkantoran, pelabuhan hingga sektor informal yang menjadi fondasi kemajuan daerah kita di Maluku yang sama-sama kita cintai,” tandas gubernur.
Ia menjelaskan, hubungan industrial yang harmonis hanya dapat terwujud melalui sinergi tiga pilar utama, yakni pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ketiganya harus berjalan beriringan untuk menciptakan kondisi kerja yang produktif dan berkeadilan.
Pemerintah Provinsi Maluku, juga berkomitmen memastikan perlindungan bagi tenaga kerja, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja serta jaminan sosial yang memadai. Hal ini diharapkan agar setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kontribusi, dedikasi, dan keteguhan para pekerja. Mari bersama menciptakan tempat kerja yang layak dan menghargai hak-hak pekerja,” ajak gubernur.
Selain itu menurut gubernur, pemerintah juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM lokal, khususnya dalam menghadapi peluang investasi besar di daerah, dimana dalam waktu dekat, sejumlah proyek diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
“Ke depan akan ada investasi yang menyerap tenaga kerja cukup banyak, hampir 10.000 orang. Bahkan di Blok Masela jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu tenaga kerja,” ucap gubernur.
Untuk itu kata gubernur, Pemerintah Provinsi Maluku sementara menyusun regulasi berupa perda dan pergub dengan melibatkan berbagai asosiasi dan pemangku kepentingan, guna memastikan kesiapan tenaga kerja lokal serta peningkatan komponen dalam negeri.
Langkah ini, diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Maluku, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di tengah masuknya investasi besar di wilayah tersebut.
Sementara itu, Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Maluku, Yeheskel Kelson Haurissa menegaskan, May Day 2026 sebagai momentum konsolidasi untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan hak-hak pekerja di daerah.
Momentum May Day, harus menjadi pengingat pentingnya investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan buruh di Maluku.
Bahkan ia menilai, investasi di Maluku belum sepenuhnya memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan ekonomi masyarakat pekerja.
“Seharusnya buruh di Maluku adalah investasi yang bisa menambahkan ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Oleh karena itu kata dia, investasi, kebijakan maupun pengambilan keputusan di Maluku , dapat melibatkan serikat buruh.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM tenaga kerja local yang menurutnya, keberadaan BUMN dan BUMD harus diisi oleh SDM yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai, bukan semata-mata berdasarkan latar belakang politik.
“Kami punya tanggung jawab untuk membuktikan kepada masyarakat, bahwa kami mendukung Pemerintah Provinsi Maluku. Jika ada kritik yang kami sampaikan itu semata-mata tujuannya untuk membangun pemerintah provinsi agar lebih baik ke depan,” tandasnya.
Haurissa juga turut menyampaikan apresiasi kepada pemprov, Polda Maluku, APINDO serta BPJS Ketenagakerjaan atas dukungan dalam membangun hubungan industrial yang harmonis serta mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Perayaan May Day ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan di Maluku,” ucapnya.
Untuk diketahui, dalam peringatan May Day 2026, sejumlah organisasi buruh turut hadir, di antaranya Federasi Kamiparho Kota Ambon, K2P Maluku, Federasi KIKES, Federasi Nikiuba, serta TKBM Yos Sudarso Ambon.
Selain menjadi ajang konsolidasi, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Soksi Maluku dan CV Amboina Family atas kontribusi mereka terhadap kegiatan serikat pekerja. Hal ini sebagai bentuk apresiasi.
Dalam perayaan May Day 2026 yang melibatkan berbagai serikat pekerja, pemerintah, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya dalam acara itu juga dirangkaikan dengan jalan santai, senam pagi, pembagian doorprize, hingga penyaluran bantuan sosial kepada para pekerja, juga penyerahan santunan kematian ketenaga kerjaan kepada 3 ahli waris, serta penyerahan beasiswa bagi 2 siswi.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Defidar Soksi Maluku dan CV Amboina Family atas kontribusinya pada setiap kegiatan Serikat Buruh di Maluku.(S-25)