AMBON, Siwalima.id - Sistim Penerimaan Murid Baru atau SPMB di SMA Siwalima Ambon ternyata bermasalah, sebab tidak sesuai dengan peruntukannya.
Hal ini ditemukan Ombusdman Perwakilan Maluku, saat menindaklanjuti keluhan dan aspirasi dari masyarakat terkait dengan penerimaan siswa baru yang sarat masalah di sekolah tersebut.
Kepala Perwakilan Ombudsman Maluku, Hasan Slamat menjelaskan, setelah menerima begitu banyak keluhan dan aspirasi dari masyarakat ini Ombudsman dalam fungsinya mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintahan daerah kemudian menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.
“Kami telah mendengar aspirasi dari masyarakat, dimana banyak orang yang punya hak bersekolah ternyata tidak bisa mendapatkan sekolah yang baik dan yang paling menjadi sorotan adalah SMA Siwalima,” tulis Hasan dalam pesan WhatsApp kepada Siwalima, Rabu (24/6).
Fakta yang terjadi hari ini kata Hasan, terdapat begitu banyak siswa dan siswi yang berasal dari keluarga mampu atau kalangan menengah ke atas yang masuk SMA Siwalima.
Padahal, tujuan pembentukan sekolah ini oleh Gubernur Maluku saat itu Karel Ralahalu, yakni untuk menampung siswa-siswi berprestasi, namun keluarganya kurang mampu dari 11 kabupaten/kota di Maluku.
“SMA Siwalima yang ekslusif itu sebenarnya dibangun untuk siapa dan untuk kepentingan apa. Yang kita lihat hari ini yang diterima itu anak pejabat dan kaum menengah ke atas di Maluku yang masuk sekolah tersebut,” beber Hasan.
Menurut Hasan, hasil penerimaan siswa baru di SMA Siwalima tahun 2026 ini, harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku, agar kedepan dapat dievaluasi dan diperbaharui, sehingga dapat dikembalikan ke tujuan semula pembentukan sekolah tersebut.
Ombusdman juga telah menindaklanjuti temuan penerimaan siswa baru ini dengan pemerintah pusat beberapa waktu lalu sekaligus berharap, ada langkah konkret yang akan ditemukan Pemprov Maluku.
“Harus ada langkah strategis yang diambil pemprov agar dalam penerimaan siswa baru di SMA Siwalima nanti tidak akan merugikan masyarakat kedepan,” tandas Hasan.
Ombudsman lanjut Hasan, juga menekankan agar SMA Siwalima tidak perlu di istimewakan, termasuk tidak boleh ada lagi SMA favorit dengan jalan mematikan sarana prasarana, sebab sumber daya manusia harus tersebar merata di Maluku.(S-20)