AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku berharap, pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp350 miliar, segera turun dalam waktu dekat ini.
Harapan ini bukannya tak beralasan, sebab survei terhadap sejumlah ruas jalan baik di Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat yang bakal ditangani dengan dana pinjaman dari PT SMI ini telah selesai dilakukan.
Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Hengky Tamtelahitu kepada Siwalima di Kantor Gubernur, Selasa (23/6).
Tamtelahitu menjelaskan, sejak Selasa (16/6) kemarin tim dari PT SMI telah melakukan survei terhadap beberapa ruas jalan dan talud penahanan ombak yang sebelumnya masuk dalam daftar usulan infrastruktur ke PT SMI.
Beberapa ruas jalan yang dilakukan survei diantaranya, ruas jalan Seri- Hukurila, Ambon - Latuhalat, ruas jalan Leihitu, ruas jalan Kairatu-Honitetu di Kabupaten SBB serta melihat kondisi ruas jalan di Desa Hatu.
“Survei sudah selesai dilakukan oleh tim dari PT SMI dan tim juga sudah bertemu dengan pak gubernur untuk melaporkan hasil survei,” ucap Tamtelahitu.
Ia mengaku, rencana awal tim SMI harus juga melakukan survei sejumlah ruas jalan di Pulau Buru, namun karena ada perubahan jadwal secara mendadak, maka tim tidak lagi turun dan hanya mengambil sampel di Pulau Ambon dan SBB.
Survei oleh tim PT SMI ini, merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi, sebelum PT SMI melakukan penandatanganan kontrak pinjaman dengan Pemprov Maluku.
“Setelah survei, tim telah kembali ke Jakarta untuk melaporkan hasil survei dan pemprov hanya menunggu respon balik dari PT SMI terkait kelengkapan administrasi yang dibutuhkan,” papar Hengky.
Walaupun survei hanya dilakukan di Pulau Ambon dan SBB, Hengky memastikan hal itu bukan berarti proyek yang nantinya dibiayai dengan dana pinjaman SMI hanya ada di Pulau Ambon dan SBB saja.
Sebaliknya proyek yang nantinya dibiayai dengan dana pinjaman PT SMI akan tersebar merata ke 11 kabupaten/kota sebagai komitmen pemprov dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
“Rencana pembangunan infrastruktur dengan dana pinjaman itu merata di 11 kabupaten/kota, tetapi untuk survei nantinya hanya digunakan dua sampel wilayah yakni Pulau Ambon dan SBB saja,” BEBER Hengky.
Hengky memastikan, Pemprov Maluku akan merampungkan seluruh kelengkapan administrasi pendukung yang diminta PT SMI, sebelum penandatanganan kerja sama pinjaman dilakukan antara Pemprov dan PT SMI sebagai pemberian Pinjaman.(S-20)