SIWALIMA.id > Berita
Gelombang 4 Meter Hantui Perairan Maluku
Daerah | Rabu, 24 Juni 2026 pukul 14:39 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan Maluku. 

Peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku mulai Selasa (23/6) pukul 09.00 WIT hingga Rabu (24/6) pukul 09.00 WIT.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Sudarmono menjelaskan, praki­rakan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Maluku mencapai kategori sedang hingga tinggi ini, diaki­batkan pengaruh pola angin yang ber­gerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 6-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi diperki­rakan mencapai lebih dari 30 knot di Perairan Selatan Pulau Buru dan Perairan Kepulauan Kei.

“Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejum­lah wilayah, antara lain Perairan Utara Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Ba­rat, Perairan Pulau Ambon dan Pulau Lea­se, Perairan Utara dan Selatan Malu­ku Tengah, Perairan Seram Bagian Ti­mur, Perairan Banda Neira, Perairan Uta­ra dan Selatan Aru, serta Perairan Wetar,” tulis Sudarmono dalam rilisnya yang dite­rima redaksi Siwalima, Selasa (23/6).

Sementara gelombang 2,5 hingga 4 meter atau kategori tinggi menurut Su­darmono, diprakirakan berpeluang ter­jadi di Perairan Selatan Pulau Buru, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Barat dan Timur Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata Leti, serta Laut Arafuru.

Untuk itu , masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca laut yang dapat membahayakan keselamatan.

Ia juga menyebut, risiko keselamatan pelayaran dinilai meningkat, terutama bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi ge­lombang di atas 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko apabila kece­patan angin melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

“Untuk Kapal ferry perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin melam­paui 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter sementara bagi kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, risiko keselamatan meni­ng­kat saat kecepatan angin mencapai lebih dari 27 knot dengan tinggi gelom­bang di atas 4 meter,” urai Sudarmono.

Melihat kondisi perairan Maluku seperti ini, maka BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir Maluku untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

UPP Wonreli 

Terpisah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Wonreli menghim­bau kepada operator kapal maupun nelayan dan speed boat untuk tidak berlayar.

Larangan ini dikeluarkan UPP Wonreli, berdasarkan informasi cuaca dari BMKG tentang cuaca buruk dengan gelombang tinggi 25-4.0 meter diperkirakan terjadi di sekitar perairan wilayah Maluku sesuai informasi BMKG.

Kepala Kantor UPP Kelas III Wonreli, Mohamad Yahya Maricar menjelaskan, tinggi gelobang 2,5-4.0 meter sejak Minggu (21/6) sehingga hingga saat ini kapal-kapal belum diijinkan untuk keluar berlayar. “KM Sabuk Nusantara 104 masih berada di Kisar. Nanti kalau cuaca sudah membaik baru kapal diberangkat­kan lagi,” jelas Maricar kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (23/6).

Ia juga mengharapkan kepada para nelayan dan operator speed boat, agar memperhatikan hal ini dan tak boleh beraktivitas pelayaran sampai dengan cuaca membaik.(S-28/S-25)

BERITA TERKAIT