AMBON, Siwalima.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta atau KPLBA kepada Briptu Ananda Rishyant Tutupoho yang gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kota Tual.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kapolri Nomor: Kep/901/VI/2026 tanggal 22 Juni 2026.
Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto mengatakan, dengan keputusan itu, pangkat almarhum dinaikkan dari Briptu menjadi Brigadir Polisi Anumerta.
Ia mengatakan kenaikan pangkat anumerta, merupakan bentuk penghormatan negara atas pengorbanan luar biasa yang ditunjukkan almarhum.
“Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho adalah pahlawan kemanusiaan. Ia gugur ketika mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak bangsa. Pengorbanan seperti inilah yang menjadi makna sejati pengabdian seorang Bhayangkara,” kata Dadang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6).
Menurutnya, tindakan almarhum mencerminkan nilai kemanusiaan dan pengabdian yang menjadi dasar tugas anggota Polri dalam melayani masyarakat.
“Ia tidak berpikir tentang keselamatannya sendiri ketika melihat masyarakat membutuhkan pertolongan. Keberanian dan ketulusan seperti ini merupakan teladan bagi seluruh anggota Polri,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku mendatangi rumah duka almarhum di kawasan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan menegaskan Polri kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi menyebut keputusan Kapolri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta merupakan bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi dan keberanian almarhum.
“Pengorbanan almarhum menunjukkan bahwa tugas kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian anggota Polri kepada masyarakat,” kata Rositah.
Polda Maluku juga memberikan penghormatan kepada Serda Rangga S. yang turut gugur dalam upaya penyelamatan tersebut.
Ia menyebut pengorbanan kedua aparat negara itu menjadi teladan tentang keberanian, kepedulian dan ketulusan dalam menolong sesama.
Kisah Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho dan Serda Rangga S. menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya hadir dalam tugas kedinasan, tetapi juga dalam panggilan kemanusiaan yang menuntut keberanian dan pengorbanan.
Untuk diketahui, Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho meninggal dunia saat melakukan aksi penyelamatan terhadap korban Opy Hanubun (16) yang merupakan seorang pelajar.
Korban terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kota Tual, Minggu (21/6) sekitar pukul 14.40 WIT.
Saat kejadian, Rishyant bersama seorang prajurit TNI Angkatan Udara, Serda Rangga terjun ke laut untuk menolong korban. Namun derasnya arus dan tingginya gelombang menyebabkan keduanya ikut terseret ombak hingga meninggal dunia.(S-25)