SIWALIMA.id > Berita
Pagar Belum Dibangun Warga Sudah Protes
Daerah | Jumat, 27 Maret 2026 pukul 13:42 WIT

AMBON, Siwalima.id - Wacana pembangunan, pagar pengaman di sekolah milik Yayasan Advent di Dusun Kamiri Gunung, Negeri Hative Besar mendapat penolakan dari warga.

Mereka menilai pembangunan pagar oleh pihak yayasan akan menyebabkan banjir yang airnya akan menggenangi perumahan warga di sekitarnya.

Fentje Soumokil warga Dusun Kamiri Gunung mengaku rencana pembangunan pagar di lingkungan sekolah milik Yayasan Advent yang dinilai berpotensi memperparah banjir

“Kalau hujan, di sini memang sering banjir. Kami khawatir kalau pagar dibangun tanpa memperhatikan saluran air, air akan masuk sampai ke rumah warga,” ujarnya kepada Siwalima, di Ambon, Kamis (26/3).

Menurutnya ketika belum ada pagar pun ketika hujan sudah sering terjadi banjir. Ia menakutkan ketika dibangun banjir akan lebih tinggi dari sebelumnya.

Ia menjelaskan pembangunan pagar untuk mengamankan siswa SMP dan SMA yang berada di bawah naungan yayasan keaga­maan itu, rencananya panjang 100 meter di belakang sekolah.

Ia menyebut pernah mengajukan keberatan kepada Pemerintah Negeri Hative Besar.

“Kami sudah minta dihentikan dan sempat ada rapat dari pemerintah negeri tapi kami tidak diundang,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Negeri Hative Besar Kelvin Piris menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga dengan turun langsung ke lokasi dan melakukan koordinasi awal.

“Jadi kemarin itu kami pemerin­tah negeri bersama badan saniri sudah turun ke lokasi terkait lapo­ran tersebut,” ujar Kelvin saat dikonfir­masi Siwalima, Kamis (26/3).

Menurut dia, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Namun, belum ada keputusan yang bisa diambil karena kewenangan berada di pihak yayasan. “Kami sudah berkoordi­nasi dengan pihak sekolah, tetapi mereka tidak bisa mengambil keputusan, karena ketua yayasan tidak berada di tempat,” jelasnya.

Ia mengaku salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan drainase terlebih dahulu sebelum pembangunan pagar dilakukan.

Namun, rencana pembangunan drainase itu masih dalam tahap pembahasan karena lokasinya berada di dalam area milik yayasan. “Untuk drainase ini, kami masih berkoordinasi karena lokasinya masuk di area yayasan. Jadi harus ada persetujuan dari pihak yayasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan drainase direncanakan akan disambungkan dengan saluran air yang sudah ada di lingkungan sekolah, sehingga aliran air dapat tertata dengan baik dan tidak menggenangi permukiman warga.

“Solusinya, drainase itu nantinya disambung dengan saluran milik sekolah supaya aliran air lancar,” katanya.

Kelvin menegaskan, pemerintah negeri tetap berupaya mencari solusi terbaik atas keluhan warga, khususnya terkait potensi dampak banjir akibat pembangunan pagar tersebut.(S-25)

BERITA TERKAIT