MASOHI, Siwalimanews – Masyarakat Desa Gale-Gale, KecaÂmatan Seram Utara Barat, kabupaten Maluku Tengah meÂminta kepada pemprov memperÂbaiki pelayanan kesehatan.
Mereka mengaku kualitas pelayaÂnan di Puskesmas Pasanea maupun RSUD Masohi masih jauh dari harapan.
âSaat reses warga melapork fasilitas kesehatan yang ada belum mampu menjawab kebutuhan dasar, apalagi dengan jarak tempuh yang jauh dari kawasan Seram Utara Raya ke pusat Kota Masohi,â kata anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo kepada Siwalima, di Ambon Rabu (11/9).
Ia mengaku isu kesehatan sudah berulang kali ia sampaiÂkan dalam forum resmi DPRD.
Untuk itu pemkab malteng diharapkan untuk segera memÂbaÂngun rumah sakit pratama di wilayah Seram Utara Raya.
âPelayanan kesehatan di Malteng, khususnya di Seram Utara Raya, masih sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, âSaya beberapa kali mendorong agar pemerintah provinsi Maluku membangun rumah sakit pratama di wilayah ini. Misalnya di Seram Utara Timur Kobi, Seram Utara Timur Seti, Seram Utara, Seram Utara Barat, Taniwel Timur, dan Taniwel, ujarnya.
Dengan begitu, lanjutnya masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Bula maupun Masohi untuk mendapat pelayanan kesehatan.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat yang diterima selama reses akan dipilah sesuai kewenangan. Jika menjadi kewenangan provinsi.
Dengan masukan dari masyaraÂ-kat, ia berjanji akan memperjuangÂkannya melalui rapat bersama dinas terkait di DPRD Maluku.
Sedangkan jika merupakan kewenangan kabupaten, ia akan mendorong agar Pemkab Malteng menjadikannya bahan evaluasi dan program tindak lanjut.
âSaya pastikan setiap aspirasi masyarakat tidak akan berhenti di catatan reses saja, tetapi akan kami kawal sampai ada solusi nyata, karena inilah wujud tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,â ujarnya.
Selain keluhan terkait dengan pelayanan kesehatan, masyarakat juga meminta agar pemkab malteng bisa mengatasi masalah banjir.
âDi Negeri Saunulu, warga mengeluhkan banjir yang kerap melanda akibat meluapnya Sungai Kawanua. Kondisi itu tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak tanaman,â ungkapnya.
Selain itu, mereka juga agar pengerjaan Jembatan Wai KawaÂ-nua segera dituntaskan, karena menjadi akses vital bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi warga.
Tak hanya infrastruktur, masÂ-yarakat Saunulu juga menyoroti lemahnya pemberdayaan ekoÂ-nomi di sektor perikanan dan UMKM. Mereka meminta dukungan berupa bantuan alat tangkap bobo, hingga tambahan modal usaha kecil untuk memulihkan perputaran ekonomi yang dinilai lambat. (S-26)