AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku memutuskan menurunkan tim secara berkala untuk melakukan pengujian terhadap dapur Makanan Bergizi Gratis.
Kebijakan ini ditempuh, untuk memastikan seluruh dapur MBG di Maluku memenuhi standar kelayakan dan kebersihan, sebelum menyediakan makanan bagi penerima manfaat di daerah ini.
Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang menjelaskan, pasca persoalan higienitas dapur MBG di Desa Nania dan Kudamati, Pemprov telah memanggil pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) guna membahas temuan lapangan itu.
Berdasarkan penjelasan pihak KPPG, ternyata dua SPPG tersebut telah diberikan sanksi teguran agar SPPG segera memperhatikan higienitas dapur sebelum mengolah makanan.
“Memang ada beberapa SPPG atau dapur MBG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan kita sudah perintahkan agar segera diselesaikan. Bahkan Dinkes kita sudah minta untuk awasi soal sertifikat itu,” ucap Kasrul kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (1/4).
Kebersihan dan higienitas dapur MBG menurut Kasrul, merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi dan diperhatikan seluruh pengelola SPPG, sebab ini menyangkut kesehatan dari penerima manfaat baik ibu hamil, bayi hingga anak sekolah.
Untuk memastikan aspek kebersihan dan higienitas terjadi, disepakati agar Dinas Kesehatan secara berkala turun ke setiap dapur MBG untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian.
“Dinkes secara reguler harus menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan baik kebersihan , higienitas dapur, kandungan gizi bahkan air yang gunakan apakah mengandung escherichia coli (e.coli) atau tidak,” beber Kasrul.
Kasrul menegaskan, walaupun MBG merupakan proyek strategis nasional yang dikelola langsung Badan Gizi Nasional, namun pemprov juga berhak untuk pastikan makanan yang didistribusikan ke masyarakat layak dan higienis.
Pemprov tidak menolak program MBG, namun karena menyangkut masa depan generasi Maluku, maka wajib dilakukan pemeriksaan secara berkala.
“Pemprov berkepentingan untuk memastikan MBG yang dinikmati oleh masyarakat Maluku dari kualitas dan kuantitas memenuhi standar, termasuk menjaga suplai bahan bakunya,” tegas Kasrul.(S-20)