AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengajak seluruh umat Hindu untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan di tanah Maluku.
Harapan orang nomor satu di Maluku ini disampaikan saat menghadiri perayaan Hari Suci Galungan yang berlangsung di Pura Siwa Sthana Giri Ambon, Rabu (19/11).
Pemprov kata Gubernur, merasa bangga kepada seluruh umat Hindu di Provinsi Maluku yang senantiasa menjaga harmoni, semangat gotong royong serta nilai-nilai luhur kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
Hari suci galungan memiliki makna yang sangat dalam, tidak hanya bagi umat Hindu tetapi juga bagi seluruh masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia.
Galungan menurut Gubernur, mengajarkan tentang kemenangan dharma melawan dharma, kebenaran melawan kebatilan, dan keadilan melawan keserakahan.
“Nilai ini sejatinya adalah nilai universal nilai kemanusiaan, kebajikan dan tanggung jawab moral yang harus dijaga oleh siapapun, apapun agamanya,” ujar Gubernur.
Gubernur bilang, dalam konteks kebangsaan semangat galungan mengingatkan untuk menegakkan kejujuran dalam bekerja, keadilan dalam melayani dan ketulusan dalam membangun masyarakat.
Bertepatan dengan perayaan hari suci galungan, Gubernur juga menyambut baik keberadaan candi bentar yang baru saja sselesai di bangun dan diresmikan.
Pembangunan candi bentar di Pura Siwa Stana Giri Ambon ini harus dimaknai bukan hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga simbol kemajuan spiritual dan kebudayaan umat Hindu di Maluku.
“Candi Bentar adalah gerbang pintu yang memisahkan dunia luar dengan ruang suci, namun makna terdalamnya adalah gerbang kesadaran, dimana setiap manusia meninggalkan ego dan memasuki ruang cinta kasih, kedamaian dan kebenaran,” kata Gubernur.
Pura yang baru tidak boleh hanya menjadi tempat sembahyang, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, tempat pendidikan karakter, serta rumah kebersamaan lintas agama dan budaya, karena sesungguhnya, kedamaian di Maluku bukan dibangun oleh satu agama, tetapi oleh hati yang bersatu dari semua anak negeri.
Gubernur menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun golongan.
Karenanya Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus mendorong kehidupan beragama yang rukun, damai dan saling menghargai.
“Saya percaya, pembangunan tidak akan berhasil tanpa dukungan spiritual. Ketika umat berdoa dengan tulus, bekerja dengan jujur dan hidup dalam harmoni, maka berkat dan kemajuan akan datang dengan sendirinya,” jelasnya.
Gubernur juga menegaskan dirinya selalu mendorong semua tokoh agama, termasuk PHDI untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga moralitas, etika sosial dan ketertiban kehidupan masyarakat.
Mantan anggota DPR ini pun mengajak semua elemen masyarakat menjadikan Maluku sebagai contoh provinsi yang rukun dalam keberagaman, kuat dalam kebersamaan dan maju dalam pembangunan.
“Saya ingin berterima kasih kepada PHDI di Provinsi Maluku atas dedikasinya dalam membina umat dan menjaga harmoni antarumat beragama, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat, kebijaksanaan, dan keselamatan bagi kita semua, serta menjadikan maluku sebagai tanah damai, tanah rukun, dan tanah penuh berkat,” harap Gubernur.(S-20)