AMBON, Siwalima.id - Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan melantik dua pejabat koordinator di lingkungan Kejati, Senin (11/5).
Mereka yang dilantik yakni Samy Sapulette yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Maluku.
Kemudian Amri Kurnia yang sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Kepegawaian dan Tugas Umum (Pegasum) pada Bidang Pengawasan Kejati Maluku.
Keduanya dilantik berdasarkan SK Jaksa Agung nomor: KEP-IV-444/C/05/2026 yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan, Hendro Dewanto.
Kajati Irmawan dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada Amri Kurniawan dan Samy Sapulette atas promosi jabatan Eselon III sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Maluku.
Ia menyebutkan, jabatan Koordinator adalah posisi strategis yang menjadi penghubung ritme organisasi, penggerak kualitas kerja, sekaligus penjaga marwah institusi.
“Saya yakin ini tidak mudah, di balik pelantikan ini terdapat penyematan tanggung jawab, ada amanah besar yang dipercayakan Negara. Saudara dituntut bukan hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang dalam integritas, bijak dalam kepemimpinan, dan kuat dalam loyalitas kepada institusi,” kata Irmawan.
Kajati juga menambahkan, Kejaksaan saat ini membutuhkan insan-insan yang mampu bekerja cepat tanpa kehilangan ketelitian, mampu tegas tanpa kehilangan hati nurani.,
Selain itu harus mampu memimpin tanpa kehilangan keteladanan. Olehnya itu, ia berharap kepada para Koordinator dapat menjadi motor penggerak perubahan, menghadirkan budaya kerja yang disiplin, profesional, adaptif dan berorientasi pada pelayanan hukum yang berkeadilan.
“Jabatan tidak membuat seseorang menjadi terhormat, melainkan amanahnyalah yang menentukan kehormatannya. Olehnya itu, Jangan pernah bekerja hanya untuk terlihat baik dihadapan pimpinan, namun bekerjalah agar kehadiran saudara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan institusi,” pintanya.
Diakhir sambutannya, ia meminta kepada seluruh jajaran senantiasa membangun sinergitas yang baik dan jaga soliditas dengan menciptakan ruang kerja yang sehat dan saling menguatkan.
Hindari ego sektoral dan pola kerja yang stagnan. Kejaksaan yang kuat lahir dari orang-orang yang mau bergerak bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Saya percaya, dengan integritas, pengalaman, kemampuan dan komitmen yang dimiliki, saudara-saudara mampu menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Ingat, Integritas adalah ketika seseorang tetap memilih benar, meski tidak ada yang melihat,” tandasnya.(S-29)