AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena berharap Dinas Sosial maksimal dalam pelayanan di bidang Pemberdayaan, Rehabilitasi serta Perlindungan dan Jaminan Sosial.
Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Ambon yang harus terus diperjuangkan secara konsisten.
“Program-program yang dilaksanakan bertujuan mengurangi angka kemiskinan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pesan walikota ketika membuka rapat kinerja perangkat daerah yang berlangsung di salah satu hotel di Ambon, Senin (22/6).
Menurutnya sebagai kota jasa dan pusat aktivitas ekonomi di Maluku, Ambon tidak terlepas dari berbagai persoalan sosial seperti gelandangan, pengemis, anak terlantar hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Sebagai sebuah kota, walikota mengakui Ambon menghadapi berbagai tantangan sosial yang harus ditangani secara berkelanjutan.
“Tugas kita adalah memastikan persoalan-persoalan tersebut dapat diminimalisir dan ditangani dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menaruh perhatian besar terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Ambon yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Walikota juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti pendamping PKH, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pekerja sosial, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pelaksanaan program sosial.
Menurutnya, keberhasilan program perlindungan sosial sangat bergantung pada sinergi yang kuat serta keakuratan data penerima bantuan sosial.
“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan, sementara yang tidak berhak malah menerima. Karena itu, data yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan program bansos,” katanya.
Pemerintah katanya, terus mendorong digitalisasi layanan dan bansos melalui pemanfaatan data kependudukan digital, guna memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran, transparan dan akuntabel.
Mengakhiri sambutannya, ia berharap evaluasi kinerja yang dilaksanakan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas organisasi, memperkuat koordinasi, serta menyusun perencanaan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pelayanan sosial pada tahun 2027.
“Jika secara internal kita mampu mengelola organisasi dengan baik dan membangun kolaborasi dengan seluruh mitra, maka Dinas Sosial mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal serta mendukung seluruh program pemerintah daerah, provinsi maupun pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Ambon, Imel Tahalele, dalam laporannya menjelaskan evaluasi kinerja perangkat daerah merupakan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana target dan sasaran yang telah ditetapkan.
“Evaluasi ini menjadi dasar untuk melakukan perbaikan kinerja, penyusunan kebijakan yang lebih tepat, serta peningkatan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pelayanan sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun penyerapan anggaran serta menilai produktivitas dan kompetensi aparatur maupun pekerja sosial.
“Melalui evaluasi ini diharapkan kualitas program dan pelayanan Dinsos terus meningkat sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih optimal,” katanya.
Kegiatan evaluasi berlangsung selama satu hari dengan agenda penyampaian materi oleh para narasumber yang kompeten, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. (S-30)