SIWALIMA.id > Berita
Sejumlah Kecamatan di SBT Berpotensi Hujan
Daerah | Senin, 22 Juni 2026 pukul 14:22 WIT

BULA, Siwalima.id - Stasiun BMKG Kelas III Kufar memprediksi sejumlah kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur mengalami hujan dengan intensitas ringan dan sedang berpotensi terjadi di tanggal 20-26 Juni.

Kepala stasiun BMKG Kelas III Kufar, Moksen Siwasiwan menjelaskan sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau.

“Selama periode ini, curah hujan diprakirakan berada pada kategori di bawah normal. Kondisi ini didukung oleh indikator El-Nino Southern Oscillation (ENSO) yang diprediksi menunjukkan kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah hingga timur.

“Hal ini ditandai dengan indeks Nino 3.4 sebesar +0,92 dan Southern-Oscillation Index (SOI) sebesar -23,1,” tulis Moksen dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat. (19/6)

Menurut Moksen, dinamika atmos­fer regional seperti adanya belokan angin dan daerah konver­gensi di wila­yah Maluku, serta ketersediaan uap air yang cukup akibat suhu muka laut yang relatif hangat, masih mendukung proses pembentukan awan hujan.

Olehnya itu, wilayah Kabupaten SBT masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang meskipun secara umum sedang berada dalam periode musim kemarau.

Berdasarkan analisis peta streamline angin lapisan 3000 feet tanggal 20 Juni, wilayah SBT umumnya saat ini didominasi oleh Angin Muson Timur yang bertiup kencang dari arah Tenggara.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, kece­patan rata-rata angin berkisar antara mencapai 20-30 Knot (sekitar 10-15 km/jam). Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif lokal, sehingga dapat memicu gelombang laut yang lebih tinggi terutama wilayah pesisir dan perairan terbuka.

“Adapun wilayah yang berpo­tensi terdampak terutama berada di wilayah pesisir meliputi, Kecamatan Seram Timur, Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Tutuk Tolu Kian Darat, Gorom Timur, Pulau Gorom, Pulau Panjang dan Wakate,” terangnya.

Untuk menghadapi potensi cuaca yang selalu berubah-ubah, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.

“Menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, siap siaga meng­hadapi potensi bencana hidrometeo­rologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor, yang dapat ter­jadi kapan saja. “Memantau infor­masi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, Tetap tenang dan siaga me­nghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan,” katanya.(S-27)

BERITA TERKAIT