AMBON, Siwalimanews –Â Pemerintah pusat melakukan pemotongan besar-besaran terÂhadap anggaran transfer ke daerah-daerah.
Kota Ambon menjadi salah satu kota yang terdampak paling besar. Pasalnya, Dana Alokosi Umum (DAU) dipotong hingga Rp163 miliar.
Parahnya, selain DAU, Pemkot Ambon tidak kebagian sepeserÂpun Dana Alokasi Khusus (DAK) alias nihil.
âSaya tidak bisa berkomentar soal ini, yang menetapkan itu Pemerintah Pusat, ada yang bilang pertimbangan-pertimbangnya soal perkembangan global serta perkembangan nasional yang mempengaruhi. Tapi yang pasti didalam sistem bernegara, peÂmerintah daerah harus patuh dan taat kepada kebijakan pemerintah pusat, walaupun sebenarnya itu sangat menyusahkan kita di daerah,â jelas Walikota Ambon, BoÂdewin Wattimena kepada warÂtawan usai Paripurna di DPRD Kota Ambon, Selasa (7/10)
Ketergantungan Pemkot Ambon akan transfer pusat akan berpeÂngaruh terhadap kebijakan PemÂpus tersebut. Apalagi ditengah efisiensi yang membuat APBD KoÂta Ambon terdampak penyesuaian.
â163 miliar itu banyak loh, bagi daerah dengan PAD Rp1 trilliun itu tidak berpengaruh tapi kan Kota Ambon masih 200 miliar lebih, jadi sangat berpengaruh. Untuk itu Pemerintah Kota harus menyeÂsuaikan dengan itu, yang pasti belanja pembangunan akan semakin berkurang,â ujarnya.
Mantan Sekretaris DPRD Maluku ini mengaku telah mengusulkan DAK sesuai kebutuhan perbidang, hanya saja usulan tersebut tidak terakomodir.
âDAK sudah kita usulkan, kita usulkan itu perbidang, misalnya tahun 2025 DAK kita untuk peningkatan infrastruktur jalan diusulkan Rp28 miliar, tapi dipotong hingga nol padahal itu sudah masuk APBN, tapi karena efisiensi maka dinolkan,â ungkapÂnya.
Dengan pemotongan transfer pusat yang signifikan tersebut, walikota menegaskan akan memÂperkuat PAD sebagai salah satu sumber pembiayaan daerah.
âKalau kita terus berharap terhadap dana transfer pusat maka pada waktunya kita tidak bisa membangun apa-apa di Kota Ambon. Nah kalau kita mau bikin Kota Ambon semakin maju, kita mesti memanfaatkan potensi yang kita miliki dengan cara meningkatkan PAD. Misalnya dengan memanÂfaatkan aset daerah yang kita miliki untuk menambah pendapatan daerah,â tandasnya.(S-10)