SIWALIMA.id > Berita
Wapres Minta Pedagang Jaga Kualitas Pangan
Daerah , Headline | Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 23:46 WIT

LANGGUR, Siwalimanews – Setelah melakukan lawatan di Kota Ambon, Wakil Presiden Gib­ran Rakabuming Raka, melanjut­kan kunjungan kerja ke Kota La­nggur, Kabupaten Maluku Teng­gara.

Pada kunjungan itu, Wapres didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Bupati Malra M Taher Hanubun, melihat langsung kondisi Pasar Langgur, Rabu (15/10).

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut antusias para pedagang dan masyarakat, karena pasar kebanggaan mere­ka yang pernah meraih Juara 1 Pasar Aman Berbasis Komunitas (PABK) dari BPOM RI pada tahun 2023 itu dikunjungi wapres.

Sambil menyusuri lorong demi lorong di pasar itu, Wapres me­nyempatkan diri berbincang dengan para pedagang sekali­gus menanyakan harga bahan pokok, bahkan Wapres sempat membeli da­ga­ngan dari pa­ra pedagang.

Sesekali Wapres me­ngambil kesem­patan untuk berdialog dengan para pedagang yang mencerminkan, jika pasar bukan sekadar tempat transaksi eko­nomi, tetapi juga ruang keber­samaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Wapres menegaskan, penting­nya menjaga kebersihan dan kua­litas pangan, agar predikat pasar aman dan bersih yang diberikan BPOM RI tetap terpelihara.

Pasalnya, pasar rakyat yang tertata dan higienis, merupakan bagian dari visi besar Presiden Pra­bowo Subianto dalam mem­per­kuat ketahanan pangan nasional serta kemandirian ekonomi rakyat.

“Pasar yang sudah baik seperti ini mesti dijaga kebersihannya, agar predikat pasar aman dan bersih tetap terjaga,” pinta wapres singkat.

Wapres berpesan, agar revita­lisasi yang telah dilakukan di Pasar Langgur terus dijaga, agar tetap menjadi pusat ekonomi yang higienis, tertib dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh bagi pasar rakyat lainnya di Indonesia.

Salah satu pedagang ikan Jus­tina, yang telah berjualan di Pasar Langgur selama dua dekade, turut menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan wapres.

Bahkan ia menuturkan, bahwa bahan makanan termasuk ikan yang dijual di pasar ini, dijamin kesegarannya.

“Di sini segar-segar ikannya, tanpa pengawet karena langsung dari laut. Kami sebagai masyarakat kecil sangat bangga dikunjungi oleh wapres. Karena kita sangat merindukan hal ini,” tandas Justina.

Kunjungi Bendungan

Sebelumnya, Wakil Presiden Gib­ran Rakabuming Raka didam­pingi Gubernur Maluku Hendrik Lewe­ris­sa, meninjau langsung prog­res pe­ker­jaan Bendungan Way Apu di Ka­bupaten Buru, yang kini prog­resnya sudah mencapau 79.8 persen.

Kunjungan eapres ke proyek strategi nasional Bendungan Way Apu, merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Malu­ku, khususnya berkaitan dengan pemerataan pembangunan di ka­wasan timur, termasuk di Maluku.

Apalagi, wapres secara tegas telah menginstruksikan agar pe­ker­jaan bendungan ini diselesai­kan sesuai dengan target peren­canaan yakni di tahun 2026 mendatang.

“Pak wapres telah mengingatkan agar pembangunan ini harus sele­sai tepat waktu dan memberi man­faat langsung bagi masyarakat, sebab Bendungan Way Apu harus menjadi sumber kehidupan baru bagi petani, nelayan dan seluruh warga Maluku,” tandas gubernur kepada wartawan di Bandara Pattimura, mengutip ucapan wap­res, Rabu (15/10).

Menurut gubernur, Bendungan Way Apu bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan simbol pe­merataan pembangunan di wilayah timur Indonesia, artinya Maluku menjadi bagian penting dalam prioritas pembangunan nasional.

Untuk itu, gubernur memastikan, pemprov akan terus mendukung upaya penyelesaian bendungan ini sehingga dapat difungsikan tepat waktu.

“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mendukung penuh pe­nyelesaian proyek ini. Way Apu bukan hanya bendungan, ini adalah harapan besar bagi Maluku untuk keluar dari ketertinggalan dan menuju kemandirian ekono­mi,” tegas gubernur.

Diketahui secara teknis, Bendu­ngan Way Apu memiliki tinggi 69 meter, panjang puncak 490 meter, dan luas genangan mencapai 273,79 hektar dengan kapasitas tampung 50 juta meter kubik air.

Bendungan ini nantinya akan mengairi 10.562 hektar sawah, menyediakan air baku 0,205 meter kubik per detik, serta mampu mereduksi banjir hingga 394 meter kubik per detik.

Selain itu, Way Apu juga akan dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt, cukup untuk menerangi sekitar 8.750 rumah tangga, dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata air yang meno­pang perekonomian lokal.(S-20)

BERITA TERKAIT