SIWALIMA.id > Berita
Akhir Februari, Realisasi PAD Kota Ambon Capai 32,5 Miliar
Online | Jumat, 6 Maret 2026 pukul 16:01 WIT

AMBON, Siwalima.id - Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Ambon hingga akhir Februari 2026, telah mencapai Rp 32.5 miliar atau sekitar 17,96 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Ambon, Roy de Fretes mengaku, capaian tersebut merupakan akumulasi penerimaan selama dua bulan pertama tahun anggaran 2026, yakni Januari hingga Februari.

“Sampai akhir Februari realisasi PAD kita sudah capai 17,96 persen atau sekitar Rp32,5 miliar,” ungkap Roy kepada Siwalima.id di ruang kerjannya, Jumat (6/3).

Ia mengaku, dari sejumlah komponen pajak daerah, capaian tertinggi sementara berasal dari pajak reklame. Meski memiliki target yang relatif kecil dibandingkan jenis pajak lainnya, realisasinya sudah cukup tinggi.

Dengan target sekitar Rp6,1 miliar, hingga akhir Februari penerimaan dari pajak reklame telah mencapai sekitar 29,8 persen atau sekitar Rp1,8 miliar.

Selain pajak reklame, beberapa jenis pajak daerah lainnya yang turut menjadi sumber PAD di antaranya pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan (galian C), serta pajak barang dan jasa tertentu yang terdiri dari lima komponen.

 

“Pemerintah kota juga peroleh penerimaan dari opsen pajak kendaraan bermotor yang bersumber dari pemerintah provinsi, serta opsen pajak bea balik nama kendaraan bermotor,” jelasnya.

Di samping itu kata Roy, terdapat pula penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan yang menjadi salah satu komponen penting dalam pendapatan daerah.

Sementara untuk sektor retribusi, Pemerintah Kota Ambon saat ini masih mengelola retribusi pelayanan persampahan khusus untuk kategori badan usaha.

“Untuk retribusi pelayanan persampahan bagi badan usaha, realisasinya sudah mencapai 18,53 persen atau sekitar Rp1,2 miliar,” beber Roy.

Pemerintah Kota Ambon berharap, realisasi PAD akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi penagihan pajak dan retribusi daerah sepanjang tahun anggaran 2026.(Mg-1)

BERITA TERKAIT