AMBON, Siwalima.id - BPKP Perwakilan Maluku mengaku hingga saat ini audit kasus dugaan korupsi proyek air bersih Haruku belum tuntas.
Salah satu penyebab audit kasus proyek air bersih yang ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku tersebut yakni pengujian lapangan yang belum dilakukan.
Kepala BPKP Maluku, Bagus Putu Santika mengatakan, beberapa waktu lalu tim pemeriksa telah mengagendakan turun ke Pulau Haruku namun dibatalkan karena kondisi cuaca saat itu.
“Untuk air bersih Haruku sedang dalam proses, cuma tahapan pengujian lapangan yang belum jalan karena itu kita perlu koordinasi lanjut dengan penyidik,” ucap Bagus kepada wartawan di Kantor BPS Maluku, Senin (3/11).
Menurutnya pengujian lapangan merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan guna memastikan setiap spot pekerjaan air bersih telah dikerjakan sesuai dokumen perencanaan atau belum.
Hasil pengujian lapangan nantinya kata Bagus, akan menjadi salah satu bukti pendukung dalam menghitung berapa besar kerugian negara atas pekerjaan air bersih tersebut.
“Saat ini kita sementara melakukan koordinasi dengan penyidik agar dalam waktu dekat tim akan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Bagus.
Sementara terkait dengan audit kasus dok waiyame, Bagus memastikan beberapa waktu lalu BPKP dengan Kejati baru bertemu guna membicarakan proses audit.
Ditanya terkait target penuntasan audit, Bagus menolak untuk memberikan kepastian terkait waktu, sebab proses audit merupakan tahapan panjang dengan penuh kehati-hatian dalam menentukan kerugian keuangan negara.
Kendati begitu, Bagus memastikan pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan semua permintaan audit baik dari Kejaksaan maupun Kepolisian guna proses hukum tetap berjalan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan audit terhadap kasus-kasus tersebut,” tegas Bagus. (S-20)