SIWALIMA.id > Berita
Blok Migas Maluku Andalan Ekonomi Nasional
Online | Sabtu, 8 November 2025 pukul 19:15 WIT

MASOHI, Siwalima.id – Industri hulu minyak dan gas bumi hingga kini masih menjadi salah satu pilar utama ketahanan energi sekaligus penggerak roda ekonomi nasional. 

Namun, di balik kontribusinya yang besar, sektor ini juga menghadapi tantangan serius, mulai dari menurunnya produksi nasional, regulasi yang berbelit, hingga kompleksitas perizinan yang melibatkan banyak instansi.

Dalam situasi tersebut, peran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjadi sangat strategis untuk terus dimaksimalkan.

Pasalnya, banyak lapangan migas di Indonesia telah berusia tua dan membutuhkan terobosan baru agar keberlanjutan energi nasional tetap terjaga.

Salah satu kawasan yang kini menjadi tumpuan harapan adalah Papua dan Maluku (Pemalu). Di wilayah ini tersimpan potensi migas strategis yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan. 

Dua di antaranya yakni Lapangan Gas Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Lapangan Lofing Dua di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah. Keduanya disebut-sebut sebagai proyek andalan nasional yang dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pengoperasian lapangan migas baru untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa menuju kesejahteraan rakyat adalah salah satu opsi terbaik,” ungkap sumber internal di SKK Migas kepada Siwalima.id.

Selain menopang ekonomi nasional, sektor hulu dan hilir migas diharapkan memberi dampak nyata bagi daerah tempat industri ini beroperasi. 

Masyarakat di sekitar wilayah pengembangan migas mestinya berdaya dan sejahtera, baik secara ekonomi, sosial, maupun pembangunan infrastruktur.

Hal itu pula yang ditegaskan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam wawancara pada peringatan HUT ke-68 Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (3/11). 

Menurutnya, setiap blok migas yang dikembangkan di wilayah Maluku harus memberi dampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan kemajuan daerah.

“Kami berharap blok-blok migas yang dikembangkan di Maluku, baik di Kepulauan Tanimbar maupun di Pulau Seram, berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah tempat blok itu beroperasi,” tandas Lewerissa.

Menurut Gubernur, pemerintah pusat sebagai pemegang kuasa pertambangan telah melelang sejumlah blok migas di wilayah Maluku, termasuk di kawasan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

Pemerintah provinsi, lanjutnya, akan memberikan dukungan penuh agar setiap pengembangan blok tersebut berjalan lancar dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dalam konteks nasional, sejumlah pengamat menilai penyederhanaan regulasi dan kepastian fiskal menjadi kunci untuk memperkuat iklim investasi di sektor hulu migas. 

Kolaborasi antara pemerintah, SKK Migas, KKKS, dan pemerintah daerah dinilai mutlak diperlukan agar proyek migas tidak hanya menguntungkan negara, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi rakyat di daerah penghasil.

“Dengan sinergi dan keberpihakan yang kuat, industri hulu migas bukan saja menjadi penopang utama ekonomi nasional, tetapi juga simbol nyata dari cita-cita kemandirian energi dan kesejahteraan bangsa,” tambah sumber tersebut.

Sementara itu, dikutip dari Tempo, Sabtu (8/12/2025), Proyek Gas Abadi Blok Masela kini memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku. Proyek raksasa ini dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp 342 triliun atau setara USD 20,94 miliar, dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12.600 tenaga kerja pada tahap pengembangan, dan sekitar 850 tenaga kerja saat memasuki tahap operasi.

“Percepatan pelaksanaan proyek ini penting. Karena itu, pemerintah memberikan dukungan penuh melalui fleksibilitas regulasi pengadaan dan percepatan perizinan agar seluruh fase FEED dan EPC berjalan tepat waktu,” ujar Yuliot di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Dengan Nilai investasi jumbo dan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta daerah, blok migas di wilayah Maluku diyakini akan menjadi salah satu andalan ekonomi nasional.(S-17)

BERITA TERKAIT