AMBON, Siwalima.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengharumkan nama Kota Ambon di kancah nasional lewat prestasi mentereng.
Dari ratusan kota dan kabupaten di Indonesia, Damkar Ambon keluar sebagai juara 7 di ajang National Firefighter Skill Competition ( NFSC ) yang berlangsung di Kota Palembang.
Prestasi yang ditorehkan oleh Damkar membuat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena berharap bisa memotivasi OPD lain untuk berprestasi.
Capaian tersebut merupakan bukti kerja keras, dedikasi, serta profesionalisme para personel Damkar dalam menjalankan tugas dan meningkatkan kapasitas diri, tegas walikota kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (5/5).
Ia menyebut prestasi yang diraih ini juga menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat di Kota Ambon.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Damkar dan seluruh jajaran yang telah mengharumkan nama Kota Ambon di tingkat nasional,” ujarnya.
Walikota juga berharap, keberhasilan Damkar dapat menjadi motivasi bagi OPD lainnya untuk terus meningkatkan kinerja dan berprestasi di berbagai bidang.
“Semoga dinas-dinas lain juga bisa mengikuti jejak Damkar. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya,” pintanya.
Sementara itu Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Alfredo Hehamahua mengaku apa yang diraih para stafnya merupakan hasil dari kerja keras dan kesiapan personel saat kompetisi berlangsung.
“Peserta yang kami kirim merupakan personel dengan profil dan kemampuan terbaik. Dari sisi keterampilan kompetisi, kita berhasil berada di peringkat tujuh besar dari seluruh peserta Damkar se-Indonesia,” kata Alfredo.
Ia menjelaskan, NFSC 2026 mempertandingkan tiga kategori utama yang menjadi standar kemampuan petugas pemadam kebakaran, yakni penggelaran selang (hose laying), pemasangan tangga (ladder pitching) dan ketangguhan petugas (survival).
Untuk kategori hose laying menguji kecepatan dan ketepatan dalam menggelar selang sebagai bagian penting dalam penanganan kebakaran. Sementara ladder pitching menilai kemampuan petugas dalam memasang tangga penyelamatan secara cepat dan tepat.
Adapun kategori survival menguji ketangkasan serta kemampuan bertahan petugas dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks dan berisiko tinggi.
Menurutnya, kompetisi ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel Damkar, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Melalui ajang ini, kemampuan teknis dan kesiapsiagaan petugas terus diasah, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” jelasnya.
Ia berharap, prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Damkar untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam menjalankan tugas penyelamatan. “Ke depan, kita akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan agar bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” tandasnya.(S-30)