AMBON, Siwalima.id - Forum Komunitas Pimpinan Daerah Maluku berkomitmen penuh untuk menertibkan praktek Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.
Komitmen untuk melakukan penertiban secara komprehensif terhadap kawasan gunung botak ini, dilakukan pasca menjamurnya kembali penambang-penambang emas secara ilegal di kawasan tersbeut akhir-akhir ini.
Upaya penertiban seluruh kawasan gunung botak merupakan tindak lanjut dari Patroli Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama Kodam XV Pattimura beberapa waktu lalu yang dilanjutkan dengan operasi pengosongan kawasan tambang ilegal serta penyisiran area base camp, termasuk lokasi pemurnian emas.
Untuk memastikan kawasan ini bebas dari praktek penambangan ilegal segara komprehensif, maka Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memastikan, telah bertemu secara khusus dengan Pangdam XV Pattimura, Mayjen Dodi Triwinarto.
Gubernur menjelaskan, pertemuan dirinya dengan Pangdam selain bentuk silahturahmi antara koordinator dan anggota Forkopimda, sekaligus membicarakan beberapa hal strategis termasuk upaya penertiban secara komprehensif kawasan gunung botak.
“Pemerintah berusaha terus-menerus untuk melakukan penertiban terhadap pengelolaan sumber daya alam yang tidak sesuai dengan praktek-praktek pengelolaan sumber daya alam pertambangan yang baik termasuk di gunung botak,” tegas gubernur kepada Siwalima melalui pesan WhatsApp, Senin (4/5) malam.
Gubernur mengaku, upaya penertiban kawasan gunung botak yang dilakukan saat ini, jauh lebih efektif dan terencana, dibandingkan dengan penertiban yang dilakukan di masa lalu.
Hal ini, karena semua unsur Forkopimda Maluku telah berkolaborasi dan memiliki komitmen yang kuat untuk menjadikan kawasan ini jauh lebih bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat serta daerah.
“Hari Rabu nanti, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) akan ke Buru untuk meninjau langsung lokasi terkini kawasan gunung botak. Benar atau tidak kondisi di lapangan sudah bersih sesuai laporan,” ucap gubernur.
Hasil pantauan langsung di kawasan gunung botak kata gubernur, akan menjadi dasar dan pijakan bagi Forkopimda dalam mengambil kebijakan selanjutnya, khususnya dalam upaya untuk memastikan sumber daya alam dapat dikelola untuk kesejahteraan masyarakat secara bertangung jawab dan berkelanjutan
“Apresiasi saya atas dukungan Polri dan TNI, Kejati dan juga Kabinda Maluku. Semua teman-teman Satgas Penertiban, termasuk juga Pemda Kabupaten Buru dan Provinsi,” jelas gubernur.
Gubernur memastikan, penataan kawasan gunung botak, bertujuan agar dikembalikan sesuai fungsi dan peruntukannya, sehingga tidak mendatangkan bahaya yang besar bagi lingkungan dan masyarakat.
“Saya percaya dengan sinergitas dan kolaborasi kawasan gunung botak akan tertib, sebab Forkopimda Maluku selalu membangun kerjasama yang saling konstruktif dan positif harus senantiasa saling kita jaga,” cetus gubernur.(S-20)