AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan kekeluargaan melalui penyelenggaraan berbagai event keagamaan yang inklusif dan kolaboratif.
Setelah sukses menggelar Festival Imlek, Pemkot Ambon kembali menyelenggarakan Festival Ramadhan yang akan berlangsung, Jumat (20/2).
Kegiatan tersebut akan dipusatkan di depan Masjid Raya Al Fatah Ambon, mulai pukul 16.00-21.00 WIT.
Festival ini menghadirkan berbagai atraksi seni dan budaya yang dirancang untuk memperkuat suasana religius sekaligus membangun semangat kebersamaan lintas komunitas.
Salah satu penampilan utama adalah Tari Sambra yang akan diiringi musik hadrad, rebana, marawis, toto buang, hingga terompet. Kolaborasi tersebut memadukan unsur musik Islami dengan musik yang identik dengan tradisi Kristen di Maluku.
“Pendukung ini merupakan kolaborasi dari baik musik Islam maupun musik Kristen yang identik dengan komunitas berbeda. Maksudnya kita menyatukan seluruh budaya dan dinamika kehidupan sosial kita dalam satu event,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Kamis (19/2).
Untuk atraksi hadrad menurut Tukloy, akan berlangsung arak-arakan dari depan Masjid Raya Al Fatah menuju kawasan Tuggu Trikora kemudian depan Korem 151 Binaiya dan kembali ke Masjid Raya Al Fatah.
Sepanjang rute ini, talenta-talenta muda Kota Ambon akan membawakan musik religi Islami untuk menciptakan suasana khidmat dan penuh sukacita.
Berbeda dari event kuliner pada umumnya, Festival Ramadhan kali ini tidak menghadirkan stand UMKM. Sebagai gantinya, Pemkot Ambon akan menyediakan takjil gratis untuk berbuka puasa bersama masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga mengundang anak-anak yatim serta memberikan bantuan sembako kepada petugas kebersihan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
“Ini juga merupakan support kita warga Kota Ambon dalam penyelenggaraan ibadah puasa. Kita berharap ibadah puasa berjalan lancar dan menjadi berkah, bukan saja bagi saudara-saudara Muslim, tetapi berkah bagi seluruh Kota Ambon,” tandas Tukloy.
Festival Ramadhan 2026 ini menurut Tukloy, diharapkan menjadi simbol kuat, bahwa Ambon adalah kota yang mampu merawat keberagaman melalui seni, budaya dan ruang-ruang kebersamaan.
Pasalnya, melalui pendekatan kolaboratif ini, Pemkot Ambon ingin memastikan, bahwa setiap momentum keagamaan tidak hanya menjadi perayaan internal umat tertentu, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan serta meneguhkan identitas Ambon sebagai kota yang rukun, damai dan penuh toleransi.
Perayaan dan festival keagamaan ini, menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengintervensi agenda sosial keagamaan, agar berdampak langsung pada penguatan harmoni sosial di Kota Ambon.
“Pemkot terus berkomitmen, bagaimana meningkatkan rasa toleransi, kebersamaan dan kekeluargaan bagi setiap warga kota. Salah satu strategi yang dipakai adalah melalui perayaan atau event-event keagamaan seperti ini,” pungkas Tukloy.(Mg-1)