SIWALIMA.id > Berita
Gubernur Tegaskan tak Intervensi Pemilihan Ketum AMGPM
Online | Selasa, 14 Oktober 2025 pukul 07:23 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, tidak pernah mengintervensi proses pemilihan Ketua Umum Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku.

Penegasan sikap ini disampaikan gubernur saat jamuan makan malam bersama peserta Kongres XXX AMGPM yang berlangsung di kediaman gubernur di Kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, Senin (13/10).

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader AMGPM yang telah mendedikasikan diri untuk mempertahankan eksistensi ditengah tantangan bergereja.

“Saya sering kali memberikan testimoni dimana saja, kalau bukan karena angkatan muda GPM belum tentu saya bisa ada seperti sekarang. Ini adalah hasil karya dan binaan dari AMGPM,” ujar gubernur.

Gubernur mengaku, AMGPM merupakan salah satu organisasi yang memiliki struktur yang lengkap dari tingkat pengurus besar hingga ranting dan memiliki kesamaan dengan struktur organisasi pemerintahan, karena memiliki tingkatan.

Struktur organisasi yang luar biasa ini, harus menjadi kekuatan untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, baik provinsi, kabupaten maupun kota, sebab tanpa dukungan AMGPM pemerintah tidak dapat melakukan apapun.

Walikota dan bupati, tidak mungkin bekerja sendiri sebab sebagus apapun program dan kegiatan yang dirancang tanpa dukungan dari berbagai stakeholder akan sulit, termasuk mewujudkan visi dan misi pemerintah untuk mensejahterakan rakyat.

Sebagai kader senior AMGPM, gubernur menekankan ada banyak agenda penting yang dibahas dalam kongres, termasuk pemilihan pengurus baru.

“Sebagai gubernur dan kader senior AMGPM, saya tekankan jangan pernah ada asumsi seolah-olah gubernur terlibat dalam kaderisasi atau regenerasi kepemimpinan di AMGPM, tidak ada itu,” tegas gubernur.

Gubernur menegaskan, sebagai senior dan pemimpin di daerah ini dirinya hanya berkepentingan memastikan organisasi gereja ini berlangsung sesuai aturan, roh dan spirit organisasi.

Gubernur berharap, kader harus mampu memberikan edukasi kepada siapapun, bahwa AMGPM memiliki mekanisme dan cara tersendiri dalam mengatur organisasi dan tidak bisa diintervensi siapapun.(S-20)

BERITA TERKAIT