DOBO, Siwalima.id - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa meresmikan program Integrasi Layanan Primer di Puskesmas Siwa Lima, Kecamatan Pp Aru, Senin (17/11) .
Launching program ini, ketua PKK Maluku didampingi Bupati Aru, Timotius Kaidel, Wakil Bupati Aru, Mohammad Djumpa, forkopimda Aru, Ketua Tim Penggerak PKK Aru, Ny. Claudia Marisa Kaidel dan pengurusnya.
Maya Lewerissa dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Kepulauan Aru yang memiliki lebih dari seratus pulau, banyak di antaranya berpenghuni.
Kondisi geografis ini merupakan kekuatan khas daerah, namun sekaligus menjadi tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil.
“Ini menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan harus berhadapan dengan jarak tempuh yang jauh, kondisi cuaca yang sering berubah, keterbatasan transportasi laut, serta sarana komunikasi yang tidak selalu memadai,” ungkapnya.
Dengan hadirnya ILP, menurutnya bukan sekadar program atau kebijakan, tetapi sebuah transformasi sistematis yang bertujuan, memperkuat pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya.
Selain itu, mengintegrasikan layanan promotif, preventif dan kuratif secara terpadu, serta meningkatkan koordinasi antar tenaga kesehatan dan antar puskesmas serta menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah, dan lebih berkualitas kepada masyarakat.
“Dengan ILP, kita ingin memastikan masyarakat Aru, baik di pusat Kota Dobo, di pulau-pulau besar, maupun kampung-kampung terpencil memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk hidup sehat,” tegasnya.
Ia menyebut melihat kondisi di lapangan, masih terdapat berbagai tantangan seperti, fasilitas kesehatan di beberapa pulau masih terbatas, akses terhadap layanan ibu dan anak belum merata.
Selanjutnya, prevalensi penyakit menular dan tidak menular masih memerlukan perhatian besar, perubahan gaya hidup masyarakat menyebabkan penyakit kronis, peningkatan risiko, tenaga kesehatan harus bekerja secara multi tugas dan sering kali di luar jam kerja.
Dikatakan, semua tantangan ini membutuhkan pendekatan kerja dan pendekatan yang lebih terarah, lebih efisien, dan terkoordinasi untuk mengatasi tersebut hambatan-hambatan dengan pendekatan terstruktur dan terintegrasi.
Kabupaten Kepulauan Aru memegang peran penting dalam memastikan ILP berjalan optimal dan diharapkan dukungan pemerintah daerah sangat menentukan-baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun penguatan institusional. “Saya percaya dengan semangat kebersamaan, Aru memiliki kapasitas besar untuk menjadi contoh implementasi ILP di wilayah kepulauan,” tandasnya.
Selain itu, program imunisasi berjalan tanpa hambatan logistik, penyakit tidak menular dapat dicegah dan dideteksi sedini mungkin, dan setiap warga-tanpa memandang lokasi mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu.
Pada kesempatan tersebut, Dijelaskan pula, kegiatan hari ini bukan hanya acara seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk membangun masa depan kesehatan yang lebih baik di kabupaten kepulauan Aru.
Lewerissa berharap pelaksanaan ILP menjadi tonggak penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat peran puskesmas, dan menjadikan masyarakat lebih sadar, peduli dan lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya.
Launching TBM dan Puspaga
Selain meresmikan penggunaan program ILP, Ketua PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa launching gedung Taman Baca Masyarakat Sita Kaka Walike dan Pusat Pembelajaran Keluarga Mutiara Aru.
Dua program ini merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, anak, keluarga, dan masyarakat di kabupaten kepulauan aru.
“Melalui TBM, ibu-ibu dapat belajar bagaimana menumbuhkan budaya membaca di rumah, membimbing anak, memilih bacaan yang sesuai, mengenali potensi anak sejak dini,” kata Lewerissa dalam sambutannya.
Dengan demikian, “TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat tumbuhnya keluarga-keluarga yang cerdas, kritis, bagi anak-anak, TBM hadir sebagai ruang bermain dan belajar yang edukatif, menyenangkan, serta aman,” tandasnya.
Di sini, lanjutan Lewerissa, anak-anak dapat membaca buku cerita, menggambar, menonton video edukatif, serta mengikuti berbagai aktivitas literasi yang dikemas secara kreatif.
“Lingkungan positif seperti ini sangat penting agar anak-anak terbiasa dekat dengan buku dan aktivitas belajar yang menggembirakan,” ungkapnya. (S-11)