SIWALIMA.id > Berita
Lewerissa Resmikan Program Integrasi Layanan Primer
Daerah | Selasa, 18 November 2025 pukul 13:31 WIT

DOBO, Siwalima.id - Ketua Tim Penggerak PKK Pro­vinsi Maluku, Ny. Maya Baby Le­werissa meresmikan program Inte­grasi Layanan Primer di Puskesmas Siwa Lima, Kecamatan Pp Aru, Senin (17/11) .

Launching program ini, ketua PKK Maluku didampingi  Bupati Aru, Timotius Kaidel, Wakil Bupati Aru, Mohammad Djumpa, forkopimda Aru, Ketua Tim Penggerak PKK Aru, Ny. Claudia Marisa Kaidel dan pengurusnya.

Maya Lewerissa dalam sambu­tannya mengatakan, Kabupaten Kepulauan Aru yang memiliki lebih dari seratus pulau, banyak di antaranya berpenghuni.

Kondisi geografis ini merupakan kekuatan khas daerah, namun sekaligus menjadi tantangan besar dalam pemerataan layanan keseha­tan untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil.

“Ini menjadi tantangan bagi te­naga kesehatan harus berhadapan dengan jarak tempuh yang jauh, kondisi cuaca yang sering berubah, keterbatasan transportasi laut, serta sarana komunikasi yang tidak selalu memadai,” ungkapnya.

Dengan hadirnya ILP, menurutnya bukan sekadar program atau kebi­jakan, tetapi sebuah transformasi sistematis yang bertujuan, memper­kuat pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya.

Selain itu, mengintegrasikan laya­nan promotif, preventif dan kuratif secara terpadu, serta meningkatkan koordinasi antar tenaga kesehatan dan antar puskesmas serta meng­hadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah, dan lebih berkualitas kepada masyarakat.

“Dengan ILP, kita ingin me­mastikan masyarakat Aru, baik di pusat Kota Dobo, di pulau-pulau besar, maupun kampung-kampung terpencil memiliki hak dan kesem­patan yang sama untuk hidup sehat,” tegasnya.

Ia menyebut melihat kondisi di lapangan, masih terdapat berbagai tantangan seperti, fasilitas kese­hatan di beberapa pulau masih terbatas, akses terhadap layanan ibu dan anak belum merata.

Selanjutnya, prevalensi penyakit menular dan tidak menular masih memerlukan perhatian besar, peru­bahan gaya hidup masyarakat me­nyebabkan penyakit kronis, pening­katan risiko, tenaga kesehatan harus bekerja secara multi tugas dan sering kali di luar jam kerja.

Dikatakan, semua tantangan ini mem­butuhkan pendekatan kerja dan pendekatan yang lebih terarah, lebih efisien, dan terkoordinasi untuk me­ng­atasi tersebut hambatan-hamba­tan dengan pendekatan terstruktur dan terintegrasi.

Kabupaten Kepulauan Aru meme­gang peran penting dalam memastikan ILP berjalan optimal dan diharapkan dukungan pemerintah daerah sangat menentukan-baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun penguatan insti­tusional. “Saya percaya dengan semangat kebersamaan, Aru memiliki kapa­sitas besar untuk menjadi contoh implementasi ILP di wilayah kepu­lauan,” tandasnya.

Selain itu, program imunisasi berjalan tanpa hambatan logistik, penyakit tidak menular dapat dice­gah dan dideteksi sedini mungkin, dan setiap warga-tanpa memandang lokasi mendapatkan layanan kese­hatan yang bermutu.

Pada kesempatan tersebut, Dije­laskan pula, kegiatan hari ini bukan hanya acara seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk membangun masa depan kesehatan yang lebih baik di kabupaten kepulauan Aru.

Lewerissa berharap pelaksanaan ILP menjadi tonggak penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat peran puskes­mas, dan menjadikan masyarakat lebih sadar, peduli dan lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya.

Launching TBM dan Puspaga

Selain meresmikan penggunaan program ILP, Ketua PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa launching gedung Taman Baca Mas­yarakat  Sita Kaka Walike dan Pusat Pembelajaran Keluarga Mutiara Aru.

Dua program ini merupakan langkah strategis yang sangat pen­ting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pe­rempuan, anak, keluarga, dan mas­yarakat di kabupaten kepulauan aru.

 “Melalui TBM, ibu-ibu dapat bela­jar bagaimana menumbuhkan budaya membaca di rumah, mem­bimbing anak, memilih bacaan yang sesuai, menge­nali potensi anak sejak dini,” kata Lewerissa dalam sam­butannya.

Dengan demikian, “TBM tidak ha­nya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat tumbuhnya keluarga-ke­luarga yang cerdas, kritis, bagi anak-anak, TBM hadir sebagai ruang ber­main dan belajar yang edukatif, me­nyenangkan, serta aman,” tandasnya.

Di sini, lanjutan Lewerissa, anak-anak dapat membaca buku cerita, me­nggambar, menonton video edukatif, serta mengikuti berbagai aktivitas literasi yang dikemas secara kreatif.

“Lingkungan positif seperti ini sangat penting agar anak-anak ter­biasa dekat dengan buku dan akti­vitas belajar yang menggembirakan,” ungkapnya.  (S-11)

BERITA TERKAIT