AMBON, Siwalima.id - Sistem kasir digital dengan nama Mobile Point of Sales (Mpos) yang dikembangkan Bank Maluku Malut jadi salah satu solusi mengatasi kebocoran retribusi.
Program ini sudah mulai diaplikasikan Pemerintah Kota Ambon untuk menarik retribusi parkir di kawasan pantai mardika.
Kami minta pemkot menggunakan layanan Mpos yang disediakan oleh Bank Maluku-Maluku Utara untuk memfasilitasi pembayaran non tunai,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Far-Far kepada wartawan di Ambon, Selasa (20/1).
Layanan ini juga bisa untuk pembayaran lain seperti pajak dan perbelanjaan non tunai lainnya.
“Mpost milik Bank Maluku yang kemarin dalam kunjungan lapangan itu sudah kita coba layanan yang di Parkir Apung. Ternyata begitu luar biasa sistem yang digunakan hari ini. Dia real-time,” kata Far-Far.
Dirinya berharap Bank Maluku bisa membantu memfasilitasi layanan Mpost untuk digunakan di berbagai tagihan-tagihan retribusi dan pajak yang difasilitasi oleh Pemkot Ambon.
“Kamin minta Pemkot dan Bank Maluku kerja sama untuk tagihan retribusi yang tak hanya di parkir Apung, tujuannya ini supaya kita menghindari adanya kebocoran,” tandasnya.
Sistem layanan tersebut lanjutnya bisa dipantau 24 jam dengan secara real-time yang terus terupdate.
Komisi juga bisa mengetahui data potensi yang sebenarnya dimiliki oleh pemda melalui item-item retribusi yang nantinya didorong supaya ada digitalisasi. Salah satunya terkait dengan penanganan perparkiran.
“Semoga sudah bisa diterapkan secepatnya,” harapnya.
Politisi Partai Perindo Kota Ambon itu berharap zona-zona progresif yang menggunakan Mpost tidak lagi konvensional atau manual.
“Pembayarannya itu melalui kartu uang elektronik atau melalui kartu debit, sehingga bertanggung jawab pelaporannya,” jelasnya. (S-10)