AMBON, Siwalima.id - Operasi pencarian terhadap delapan penumpang speed boat yang tenggelam di Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) resmi dihentikan, setelah berlangsung selama sembilan hari tanpa membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah mengaku, penghentian operasi dilakukan setelah seluruh upaya pencarian maksimal dilaksanakan sejak 12 hingga 20 Juni 2026, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban.
“Setelah operasi SAR dilaksanakan selama sembilan hari dan tidak ditemukan tanda-tanda korban, kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarga, pemerintah kecamatan, potensi SAR serta masyarakat setempat. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” jelas Arafah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Sabtu (20/6).
Peristiwa naas itu kata Arafah, bermula ketika speed boat berpenumpang 10 orang yang berlayar dari Desa Sinairusi menuju Tepa pada 11 Juni 2026, menghadapi cuaca buruk di sekitar Perairan Pulau Dai hingga akhirnya terbalikd an tenggelam.
Dari total 10 penumpang, dua orang berhasil selamat, setelah berenang menuju Desa Sinairusi dan meminta pertolongan warga. Sementara delapan penumpang lainnya hilang dan menjadi sasaran operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR dan masyarakat.
“Pada hari terakhir operasi, tim SAR terus melakukan koordinasi dengan unsur pencari di lapangan. Pencarian dilakukan di Perairan Pulau Dai dan Pulau Tepa oleh masyarakat setempat, namun hingga sore hari hasilnya masih nihil,” papar Arafah.
Ia menjelaskan, berbagai unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari Basarnas Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, TNI AL, Polres MBD, BPBD, Koramil, Polsek, Syahbandar, tenaga kesehatan, hingga puluhan warga dan relawan.
Operasi juga didukung sejumlah armada, di antaranya Kapal KP XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku, Kapal LCT Las 1 serta speed boat dan longboat milik masyarakat.
"Dengan ditutupnya operasi SAR, delapan korban dinyatakan hilang dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi,” tulis Arafah.
Adapun dua korban yang berhasil selamat dalam peristiwa ini yakni, Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42).
Sementara delapan korban yang dinyatakan hilang masing-masing, Anton Manahen (40), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).
Selama operasi berlangsung, tim pencari menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya jaringan komunikasi dan kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah di wilayah pencarian.(S-10)