AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku meluncurkan program Polisi Mengajar, sebagai upaya memperkuat pendekatan humanis Polri melalui dunia pendidikan.
Program yang menyasar sekolah-sekolah hingga wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) di Maluku itu, difokuskan pada pembinaan karakter, disiplin dan kesadaran hukum bagi pelajar.
Program gagasan Kapolda Maluku tersebut, mendapat apresiasi dalam dialog Aspirasi Maluku Bersama Polda Maluku bertema Polisi Mengajar, Inovasi Humanis Polda Maluku dalam Membangun Generasi yang Cerdas, Disiplin dan Berkarakter.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan, program ini menjadi bentuk nyata komitmen Polda Maluku menghadirkan polisi yang humanis, edukatif dan dekat dengan generasi muda.
“Program ini bukan sekadar kegiatan mengajar di sekolah, tetapi bagian dari upaya membangun karakter, disiplin, kesadaran hukum, serta menanamkan nilai kebangsaan kepada pelajar sejak dini,” tulis Kombes Rositah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Kamis (14/5).
Menurutnya, pendekatan preventif melalui dunia pendidikan menjadi langkah strategis untuk menekan berbagai persoalan sosial yang melibatkan pelajar dan remaja di tengah perkembangan era digital.
“Kami berharap Program Polisi Mengajar mampu menciptakan ruang edukasi yang positif bagi pelajar, termasuk di wilayah 3T,” harap Kombes Rositah.
Ia memastikan program ini akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh kabupaten/kota di Maluku, termasuk wilayah terpencil. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk mengukur perubahan perilaku, kedisiplinan dan pemahaman siswa setelah mengikuti program tersebut.
Masih dalam rilis itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Sarlota Singerin menilai, program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian.
Menurutnya, para kepala sekolah di Maluku memberikan respons positif dan mengusulkan agar durasi pembelajaran diperpanjang agar materi dapat diterima siswa secara maksimal.
“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini, bahwa polisi adalah sahabat masyarakat dan mitra pendidikan dalam membangun karakter generasi muda,” tandas Sarlota.
Untuk mendukung pemerataan program hingga wilayah terpencil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku bersama Polda Maluku menyiapkan modul pembelajaran berisi 16 materi utama.
Materi tersebut meliputi kesadaran hukum, budaya lokal, hidup orang basudara, lalu lintas, bahaya narkoba, bullying, etika bermedia sosial, kenakalan remaja, intoleransi, hoaks, etika pergaulan, hingga hukum dan hak asasi manusia.
“Program Polisi ini sebagai langkah awal menuju terwujudnya Generasi Emas Maluku 2045. Pendidikan karakter, disiplin, dan kesadaran sosial harus dibangun sejak dini melalui kolaborasi seluruh pihak,” tandas Sarlota.
Psikolog Prisca D. Sampe menilai, program tersebut positif karena mampu menghadirkan polisi sebagai figur teladan bagi pelajar ditengah meningkatnya persoalan sosial remaja, seperti bullying dan penyalahgunaan media sosial.
“Pelajar tidak hanya membutuhkan ilmu akademik, tetapi juga pembentukan mental, kedisiplinan, etika, dan karakter yang kuat,” tandas sang psikolog.(S-25)