SIWALIMA.id > Berita
Uskup: Natal Merupakan Pesta Iman
Online | Jumat, 26 Desember 2025 pukul 21:44 WIT

AMBON, Siwalima.id - Uskup Diosis Amboina, Mgr Seno Ngutra mengaku, Natal merupakan pesta iman dan kegembiraan bagi seluruh umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan. 

Namun kegembiraan itu harus diwujudkan dalam sikap hidup yang tertib dan tidak merugikan orang lain.

Untuk itu seluruh umat Kristiani dihimbau, agar merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tertib, aman dan penuh tanggung jawab, sehingga sukacita perayaan iman benar-benar membawa damai bagi semua.

“Pesta Natal selalu menjadi pesta kegembiraan. Karena itu pantas kita bergembira, tetapi kegembiraan itu harus dirayakan dengan tertib dan aman. Dengan cara itu kita sebenarnya mewartakan Natal,” ucap Usukup kepada Siwalima.id usai memimpin Misa Natal di Gereja Katedral Ambon, Kamis (25/12).

Uskup menegaskan, keamanan sejatinya bukan hanya tanggung jawab aparat kemanan, tetapi juga setiap individu dalam menjaga diri dan lingkungannya.

“Kita tidak akan memerlukan polisi dan tenaga keamanan kalau kita sendiri mampu mengamankan diri sendiri. Karena itu, jadilah penjaga bagi dirimu sendiri, baik dalam kata-kata maupun dalam tindakan,” ucap Uskup.

Uskup juga mengingatkan. bahwa Natal tanpa semangat berbagi akan kehilangan maknanya.

“Natal selalu mendorong kita orang Kristiani untuk saling berbagi. Natal tanpa berbagi tidak akan ada artinya. Apa pun yang kita miliki, biarlah tetangga kita juga turut merasakannya, terutama mereka yang membutuhkan, ikut merasakannya,” tandas Uskup.

Uskup juga mengajak seluruh masyarakat lintas agama untuk terus menjaga kerukunan dan keamanan bersama di Maluku.

“Seperti sekarang umat Kristiani merayakan Natal, demikian pula nanti basudara Muslim, Hindu, Buddha, dan lainnya. Kita harus bahu-membahu menjaga keamanan, supaya bumi raja-raja ini, khususnya Kota Ambon, menjadi tempat yang aman untuk dihuni,” ajak Uskup.

Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Uskup kembali mengingatkan, pentingnya tanggung jawab dalam merayakan pergantian tahun.

“Kita tidak bisa membatasi orang untuk merayakan, tetapi marilah kita merayakan dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai perayaan kita membuat orang lain terluka atau merasa tidak aman,” himbau Uskup.(S-26)

BERITA TERKAIT