MASOHI, Siwalima.id - Kementerian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemerintah daerah untuk memperbaiki mutu pendidikan khususnya di kabupaten Maluku Tengah.
Mandikdasmen Abdul Mu’ti, menyebut teknologi digital menjadi kunci penting untuk menjangkau siswa dan guru di wilayah sulit.
“Kami di kementerian juga telah membuat kebijakan agar dalam seminggu, ada satu hari khusus bagi guru untuk belajar dan meningkatkan kompetensi, bukan mengajar,” jelas Mu’ti melalui layar Zoom Meeting, Selasa (4/11).
Untuk memajukan pendidikan yang bermutu, ia juga mengajak masyarakat agar turut mendorong semangat belajar anak-anak, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah bahkan di kebun.
“Dengan partisipasi semua pihak, anak-anak kita akan tumbuh dengan semangat dan cita-cita yang tinggi,” tambahnya.
Kesempatan yang sama, Mu’ti juga menyapa dan memberi semangat kepada para guru yang mengabdi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan pihaknya tengah memperjuangkan pemerataan akses pendidikan, terutama melalui digitalisasi dan inovasi.
“Komisi X baru saja menuntaskan panja pendidikan di daerah 3T dan marginal. Salah satu rekomendasi kami adalah mendesak pemerintah mempercepat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang layak dan terintegrasi, termasuk perpustakaan, laboratorium, listrik, air bersih, dan internet,” jelasnya.
Hetifah juga mendorong kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam pendanaan guru non-ASN melalui Dana BOS maupun APBD, serta kolaborasi dengan program relawan pendidikan.
“Kami juga akan memperjuangkan agar anggaran untuk daerah kepulauan dan 3T diperkuat, agar benar-benar tepat guna dan tepat sasaran,” tandasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan cita-cita menghadirkan pendidikan bermutu dan merata diseluruh pelosok Malteng dapat segera terwujud.
Sementara itu Pemkab Malteng terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh masyarakat, termasuk bagi anak-anak di wilayah pegunungan maupun kepulauan yang tergolong daerah 3T.
Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir dalam zoom meeting yang berlangsung pada hari puncak peringatan HUT ke 68 Kota Masohi di kawasan Ina Marina Masohi, Senin (3/11) menjelaskan berkomit pemerintah untuk membangun pendidikan sebagai bagian penting dari tiga visi utama pembangunan daerah.
“Kami ingin membangun sumber daya manusia yang berkualitas, sehat dan terampil dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berdaya saing. Ketiga, meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur serta pengembangan wilayah,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam pemerataan pendidikan di Malteng adalah kondisi geografis yang sangat luas dan didominasi wilayah laut.
“Luas lautan kita mencapai 95 persen, sementara daratan hanya sekitar 4 persen. Ini tentu mempengaruhi distribusi guru dan akses pembelajaran,” jelas Zulkarnain.
Ia menuturkan, terdapat 47 ribu pelajar yang tersebar di 395 SD dan 45 Madrasah di seluruh wilayah Malteng.
Namun, masih banyak kendala yang dihadapi, seperti distribusi guru yang belum merata, kualitas pembelajaran yang belum sesuai kebutuhan, pelatihan guru yang terbatas, dan akses internet yang minim di daerah 3T.
Untuk menjawab tantangan itu, Pemda Malteng menerapkan berbagai langkah inovatif, responsif, dan humanis. Salah satunya, membuka akses digital melalui layanan internet satelit Starlink.
“Sudah ada 30 unit Starlink yang kami salurkan ke sekolah-sekolah di daerah 3T, namun kami masih sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat agar jangkauannya bisa lebih luas lagi,” ujar Zulkarnain.
Sukseskan HUT Masohi
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XX ikut mensukseskan perayaan HUT ke-68 Kota Masohi.
Kepala BPKW XX, Dody Wiranto, hadir bersama Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, forkopimda, serta masyarakat Kota Masohi dalam malam pembukaan kegiatan tersebut.
Dalam rilisnya, Selasa (4/11), Dody menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat HUT ke-68 Kota Masohi kepada seluruh masyarakat.
“Kota Masohi merupakan simbol gagasan Presiden Soekarno tentang gotong royong dan kebersamaan. Masohi adalah pesan abadi dari Bung Karno. Kemajuan tidak lahir dari individualisme, melainkan dari semangat kebersamaan,” ujar Dody.
Kepala Subbagian Umum BPKW XX, Stenli Reigen Loupatty juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Malteng dan insan pers yang telah membantu menyebarluaskan informasi pemajuan kebudayaan di wilayah Maluku.
Ia juga menyoroti capaian BPKW XX di bidang perlindungan budaya, seperti pemugaran Benteng Duurstede, sertifikasi aset cagar budaya, penetapan 12 warisan budaya tak benda, serta 7 cagar budaya nasional di Maluku Tengah.
Ia berharap Pemkab Malteng dapat memperkuat dukungan melalui regulasi daerah yang mendukung perlindungan dan pemanfaatan aset budaya. “Semoga Kota Masohi menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang, dengan budaya sebagai roh kebersamaan,” ujarnya. (S-17/S-25)