SIWALIMA.id > Berita
Nelayan Asal Haria Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
Daerah | Selasa, 14 April 2026 pukul 13:34 WIT

AMBON, Siwalima.id - Nelayan asal Negeri Haria, Kabupaten Maluku Tengah yang dilaporkan hilang sejak Kamis 9 April lalu akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di perairan Hulaliu.

Setelah melakukan pencarian selama lima hari Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Roy Souhoka (41), dalam kondisi telah meninggal dunia di perairan Waihoka, Desa Hulaliu, Senin (13/4).

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengungkapkan memastikan korban sudah ditemukan.

“Pada pukul 09.51 WIT, beberapa nelayan setempat menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sekitar perairan Waihoka, kemudian melaporkan kepada Tim SAR Gabungan untuk proses evakuasi,” ujar Arafah.

Ia menjelaskan, korban ditemukan sekitar 2,4 mil laut dari lokasi kejadian awal.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju Negeri Haria untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Belum Temukan Nelayan

Sebelumnya diberitakan, Tim SAR gabungan sampai kini belum menemukan keberadaan Roy Souhoka (41), nelayan asal Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabu­-paten Maluku Tengah dilaporkan hilang sejak Kamis (9/4).

Roy awalnya melaut menggu­nakan perahu ketinting milikinya di perairan sekitar desa pada, Rabu  (8/4) sekitar pukul 20.00 WIT.

Korban diduga terjatuh di lokasi pencarian dengan titik koordinat 3°35’14.15"S - 128°37’8.64"E, atau sekitar 46 nautical mile arah timur dari dermaga BRIN Ambon.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, dalam rilis resmi yang diterima Siwalima, Jumat (10/4), menjelaskan  peristiwa tersebut terjadi di perairan sekitar Desa Haria.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Camat Saparua, korban diketahui pergi melaut pada Rabu (8/4) sekitar pukul 20.00 WIT menggunakan perahu ketinting. “Pada Kamis (9/4) sekitar pukul 06.30 WIT, korban dilaporkan terjatuh dari longboat dan terlihat oleh nelayan lain,” terang Kepala SAR.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh nelayan setempat, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya, pada pukul 12.30 WIT, Tim Rescue Kantor SAR Ambon dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB).

Lokasi pencarian berada pada koordinat 3°35’14.15"S - 128°37’8.64"E, atau sekitar 46 nautical mile arah timur dari Dermaga BRIN Ambon.

Hingga pukul 18.00 WIT, tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat telah melakukan penyisiran dengan radius pencarian sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Namun, korban belum juga ditemukan.

“Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan keesokan harinya,” jelas Arafah.

Ia juga menjelaskan dalam operasi, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan kecepatan angin berkisar 19 knot dari arah barat daya hingga barat, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

“Kita harap cuaca mendukung agar proses pencarian pada hari berikutnya dapat berjalan maksimal dan korban segera ditemukan,” pintanya.(S-10)

BERITA TERKAIT