AMBON, Siwalima.id - Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku memperluas layanan keuangan digital yang belum menjangkau seluruh wilayah di Maluku.
“Kami minta OJK mempercepat perluasan akses layanan keuangan digital hingga ke pelosok, guna memastikan penguatan sektor jasa keuangan di Maluku benar-benar inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Vanath dalam sambutan saat pengukuhan ketua OJK yang baru.
Orang nomor dua di Maluku juga meminta agar OJK harus memastikan sektor perbankan dan industri jasa keuangan di daerah tetap terjaga secara berkelanjutan termasuk Kelompok Usaha Bank (KUB) pada BPD Maluku Maluku Utara dan penguatan struktur permodalan.
Penerapan tata kelola sektor keuangan yang baik katanya, merupakan fondasi yang krusial dalam meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah.
"Kami perlu tegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan sektor jasa keuangan bukanlah semata menjadi tanggung jawab OJK saja, makanya kami minta dukungan seluruh pemangku kepentingan di daerah ini," harap Vanath di Kantor OJK, Senin (18/5).
Diakuinya keberadaan OJK, merupakan instrumen strategis dalam memastikan setiap aktivitas keuangan terlindungi, serta setiap peluang usaha memperoleh akses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.
Namun demikian, efektivitas berbagai program OJK khususnya perbankan daerah sangat ditentukan oleh dukungan, sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
"Dibawah kepemimpinan yang baru saya berharap sinergi yang terbangun hendaknya menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang tangguh, inklusif serta mampu menjangkau seluruh wilayah kepulauan," pintanya.
Dirinya juga optimis dengan kolaborasi bersama dalam menjaga sektor keuangan di Maluku akan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku secara berkelanjutan.
Pemprov Maluku kata Vanath, terus mendorong literasi dan inklusi keuangan dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi ditengah kondisi global yang dinamis saat ini.
Ekonomi Maluku pada awal tahun 2026 ini menunjukkan resiliensi yang luar biasa dengan pertumbuhan mencapai 5,16 persen.
“Capaian ini didorong secara signifikan oleh sektor jasa keuangan yang tumbuh progresif di angka 9,02 persen, sekaligus keberhasilan menjaga inflasi tetap stabil di angka 3,13 persen,” katanya.
Ketua OJK Dikukuhkan
Sementara itu, Haramain Billady dikukuhkan menggantikan Muhammad Yusuf sebagai Kepala OJK Maluku yang baru.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena berharap kepemimpinan yang baru menjadi momentum untuk memperkuat peran OJK di daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku.
Menurutnya tantangan pelaksanaan tugas OJK ke depan semakin besar, terutama setelah berlakunya UU pengembangan dan penguatan sektor keuangan yang memperluas kewenangan OJK.
“Peran kepala OJK di daerah menjadi sangat penting. Tidak hanya memahami sektor keuangan, tetapi juga mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ingatnya.
Olehnya profesionalisme, integritas dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi kunci agar kehadiran OJK benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.(S-25)